Contoh Konsinyasi
- Penjualan Konsinyasi Antara Produsen Besar dengan Toko Ritel yang Berskala Kecil. Contoh penjualan konsinyasi yang pertama ini sering terjadi pada produsen besar dengan toko ritel kecil. Adapun beberapa produk yang biasanya dilakukan pada penjualan konsinyasi, seperti kopi kemasan, mie instan, jajanan kecil, sabun, pasta gigi, dan produk-produk yang bisa diecerkan lainnya. Sederhananya, ketika kamu atau keluarga kamu ada yang memiliki warung sembako kecil di sebuah kampung atau perumahan. Biasanya akan ada seseorang yang menawarkan suatu produk dari perusahaan ritel B, seseorang tersebut akan melakukan perjanjian penjualan konsinyasi dengan pemilik warung tersebut.
- Penjualan Konsinyasi Antara Toko Besar dengan UMKM. Contoh kedua ini biasanya sering terjadi ketika penjualan konsinyasi dilakukan oleh toko besar dengan UMKM. Penjualan konsinyasi ini bisa terjadi ketika kamu seseorang yang memiliki sebuah produk yang belum begitu besar, kemudian ingin memasarkan produknya dengan cara mengajukan proposal terhadap pasar swalayan. Pengajuan proposal ini bertujuan untuk meningkatkan penjualan produk.
1. Harus memiliki perjanjian konsinyasi yang saling menguntungkan
2. Pilihlah produk yang sesuai dengan toko
3. Harus mengenali produk dengan baik
4. Produk yang dijual harus dipastikan diletakkan di tempat yang terlihat
5. Harus berpikir kerja sama untuk waktu yang lama
Keuntungan penjualan konsinyas untuk pengirim produk
1. Tidak perlu menyewa toko
2. Memperkenalkan merek barang
3. Peluang barang laris lebih besar
4. Tidak perlu membayar penyimpanan
5. Mudah mengetahui barang laku dan tidak laku
6. Bisa menjalin hubungan lebih lama dengan pengecer
7. Menambah keuntungan
Keuntungan penjualan konsinyas untuk penerima produk
1. Tidak perlu membayar barang
2. Barang tidak laku bisa dikembalikan
3. Terhindar dari kehabisan stok barang
4. Barang yang dititipkan bisa membuat pelanggan baru tertarik
Kekurangan penjualan konsinyasi untuk pengirim produk
1. Tidak mendapatkan pembayaran di awal
2. Bisa mengalami kerugian yang cukup banyak
3. Harus mengambil barang yang tidak laku
4. Tidak semua barang cocok dengan penjualan konsinyasi
Kekurangan penjualan konsinyasi untuk penerima produk
1. Harus memberi ruang
2. Bisa memunculkan konflik jika barang konsinyasi jenisnya sama
3. Pengirim barang tidak mau menanggung kerusakan
Bagaimana pembagian keuntungan dengan sistem konsinyasi?
Dalam menentukan pembagian keuntungan, biasanya reseller akan mendapatkan margin persentase potongan nilai jual sesuai harga yang telah ditetapkan oleh pemilik barang sehingga nantinya pihak toko atau reseller akan membayar ke consignor sesuai dengan jumlah barang yang terjual dipotong dengan margin komisinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar