JUDUL: "PENGARUH TOTAL ARUS KAS, KOMPONEN ARUS KAS DAN LABA KOTOR TERHADAP HARGA SAHAM (Pada Perusahaam Manufaktur di Bursa Efek Indonesia Tahun 2009 - 2011)"
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Laporan keuangan
merupakan sumber informasi yang sangat penting dan dibutuhkan oleh pemakai
laporan keuangan eksternal maupun internal. “Tujuan laporan keuangan adalah
menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan
posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar perubahan
posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna
dalam pengambilan keputusan ekonomi” (IAI : 2007). Laporan keuangan juga
salah satu sarana penting bagi investor dan
kreditur untuk mengetahui perkembangan perusahaan secara periodik. Karena
itulah para investor perlu melakukan
analisis dan prediksi atas kondisi keuangan perusahaan melalui laporan keuangan
sebelum menanamkan dananya pada suatu perusahaan.
Investor
dan kreditur menggunakan informasi arus kas sebagai ukuran kinerja perusahaann
karena informasi tentang arus kas digunakan sebagai dasar menilai kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta menilai kebutuhan
perusahaan untuk mennngunakan arus kas tersebut. “Arus
kas adalah suatu laporan yang memberikan informasi yang relevan tentang
pembukuan pada suatu periode tertentu dengan mengklasifikasikan transaksi pada
kegiatan operasional, pembiayaan dan investasi” (Sofyan Harahap : 2006).
“Laporan
arus kas harus melaporkan arus kas selama periode tertentu dan klasifikasi
menurut aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Arus kas dari aktivitas investasi merupakan arus kas
yang mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas sehubungan dengan sumber daya
yang bertujuan untuk menghasilkan pendapatan dan arus kas masa depan. Aktivitas
operasi adalah aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan (principal
revenue-producing acticities) dan aktivitas lain yang bukan merupakan
aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan. Arus kas dari aktivitas pendanaan merupakan arus kas
yang berguna untuk memprediksi klaim terhadap arus kas masa depan oleh
para pemasok modal perusahaan.” (PSAK : 2004). Hal
ini menunjukkan bahwa laporan arus kas mempunyai kandungan informasi yang
bermanfaat bagi investor, baik dari total arus kas maupun komponen arus kas.
Selain arus kas,
parameter kinerja perusahaan yang mendapat perhatian utama yaitu laba. Maju
mundurnya suatu perusahaan tercermin dari keuantungan yang diperoleh setiap
periode. “Laba akuntansi atau penghasilan (income) adalah kenaikan
manfaat ekonomi selama periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan
aktiva atau penurunan kewajibab yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak
berasal dari kontribusi penanaman modal” (PSAK : 2004). Dapat disimpulkan jika
laba akuntansi menunjukkan ukuran tingkat pengembalian bagi para pemegang saham
dan ukuran kinerja manajemen dalam keseluruhan penelitian kinerja kuangan.
Beberapa
penelitian yang berhubungan dengan kandungan informasi laba akuntansi dan arus
kas telah dilakukan oleh para peneliti. Dari hasil-hasil penelitian yang
mengubungkan antara informasi arus kas dan laba
dengan harga saham menunjukkan hasil yang kontradiktif antara peneliti yang
satu dengan yang lain. Maka perlu dilakukan kembali penelitian mengenai
hubungan atau pengaruh laba akuntansi, total arus kas dan komponen arus kas
terhadap harga saham untuk memberikan tambahan informasi bagi investor dalam
melakukan pengambilan keputusan investasi.
Dari pemaparan
latar belakang di atas, maka penulis tertarik untuk mengambil judul “Pengaruh
Total Arus Kas, Komponen Arus Kas dan Laba Kotor Terhadap Harga Saham (Pada
Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia Tahun 2009 – 2011)”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah
diuraikan, maka permasalah penelitian ini di rumuskan sebagai berikut :
1.
Apakah arus kas dari
aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi, arus kas dari aktivitas
pendanaan berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham?
2.
Apakah laba kotor
berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham?
1.3 Tujuan Penelitian
Sesuai dengan
latar belakang dan rumusan permasalahan, maka penelitian ini dilakukan dengan
tujuan untuk :
1.
Menganalisis pengaruh
arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi, arus kas
dari aktivitas pendanaan yang berdampak pada harga saham pada perusahaan
manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
2.
Menganalisis pengaruh
laba kotor yang berdampak pada harga saham pada perusahaan manufaktur yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
1.4 Manfaat Penelitian
Sesuai dengan
latar belakang dan rumusan permasalahan, maka penelitian ini diharapkan dapat
memberikan manfaat bagi :
1.
Bagi
para investor penelitian
ini diharapkan dapat memberikan sumbangsi dalam menganalisis komponen arus kas
dan laba rugi yang digunakan sebagai alat pertimbangan dalam pengembilan
keputusan melakukan investasi.
2.
Bagi perusahaan penelitian
ini diharapkan dapat memberikan masukan yang berharga untuk mengelola arus kas
dan laba perusahaan dalam kaitannya dengan peningkatan harga saham.
3.
Bagi peneliti yang concern dan pembaca penelitian ini juga
diharapkan dapat berguna sebagai bahan referensi penelitian berikutnya dan dapat
menambah pengetahuan tentang akuntansi khususnya komponen laba dan arus kas dan
pengaruhnya terhadap harga saham.
1.5 Batasan Masalah
Melihat permasalahan
yang dihadapi dan keterbatasan kemampuan peneliti, maka peneliti melakukan
pembatasan masalah sebagai berikut:
1.
Perusahaan yang menjadi
objek penelitian merupakan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia untuk periode 2009 – 2011.
2.
Laba yang digunakan
disini adalah laba kotor/gross profit.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Penelitian Terdahulu
Hardian Hariono Sinaga (2010) melakukan
penelitian dengan judul “Analisis Pengaruh Total Arus Kas, Komponen Arus Kas,
Laba Akuntansi Terhadap Return Saham”. Data yang digunakan diperoleh dari Bursa
Efek Jakarta dengan menggunakan sample perusahaan-perusahaan yang masuk dalam
indeks LQ-45 selama tahun 2006 - 2008. Hasil pengujian diperoleh bahwa ada
pengaruh yang signifikan dan negatif antara arus kas operasional terhadap expected
return saham secara parsial yaitu tidak ada pengaruh yang signifikan antara
arus kas investasi terhadap expected return saham secara parsial, tidak
ada pengaruh yang signifikan antara arus kas pendanaan terhadap expected
return saham secara parsial, ada pengaruh yang signifikan dan positif
antara laba kotor terhadap expected return saham secara parsial; dan ada
pengaruh yang signifikan dan positif antara ukuran perusahaan (size)
terhadap expected return saham secara parsial.
Novy Budi Adiliawan (2010) melakukan
penelitian dengan judul “Pengaruh Arus Kas dan Laba Kotor Terhadap Harga Saham”.
Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dengan sampel sebanyak 62
perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2007
sampai 2009. Hasil dari penelitian ini menunjukkan variabel arus kas dari
aktivitas operasi secara positif dan signifikan mempengaruhi harga saham dengan
sig. t sebesar 0,002 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan jika arus kas
operasi berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham.
Rutmayanti (2009) melakukan penelitian
dengan judul “Pengaruh Informasi Komponen Arus Kas dan Laba Kotor Perusahaan
Terhadap Expected Return Saham”. Saham yang diteliti adalah saham-saham
yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) secara konsisten tahun
2005 sampai 2007. Hasil dari penelitian menyimpulkan bahwa variabel yang
berpengaruh signifikan terhadap expected return saham adalah perubahan
arus kas operasi dengan sig. t sebesar 0,013 < 0,05, perubahan arus kas
investasi dengan sig. t sebesar 0,002 < 0,05, sedangkan variabel yang tidak
berpengaruh secara signifikan terhadap expected return saham adalah
perubahan arus kas pendanaan dengan sig. t sebesar 0,198 > 0,05 dan
perubahan laba kotor dengan sig. t sebesar 0,781 > 0,05. Sedangkan sig. F
sebesar 0,022 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa keempat variabel secara
bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap expected return saham.
Vicky Oktavia, S.E. (2008) melakukan
penelitian dengan judul “Analisis Pengaruh Total Arus Kas, Komponen Arus Kas
dan Laba Akuntansi Terhadap Harga di Bursa Efek Jakarta”. Penelitian ini
dilakukan dengan menggunakan sample perusahaan-perusahaan yang masuk dalam
indeks LQ-45 selama tahun 2002 – 2004. Tercatat 58 perusahaan menjadi anggota
populasi, namun hanya 19 perusahaan yang digunakan sebagai sample karena secara
konsisten telah empat kali berturut-turut masuk dalam perhitungan indeks LQ-45.
Hasil penelitian ini adalah total arus kas dan laba akuntansi mempunyai
pengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Dari persamaan regresi
diperoleh hasil bahwa laba akuntansi mempunyai pengaruh yang lebih besar
dibandingkan total arus kas terhadap harga saham.
Kaitan penelitian sekarang dengan
penelitian terdahulu adalah sama-sama membahas tentang hubungan arus kas dan
laba sebagai variabel independent. Sedangkan perbedaan penelitian sekarang
dengan penelitian terhadulu adalah :
1.
Penelitian sekarang
meneliti tentang pengaruh total arus kas, komponen arus kas dan laba kotor
terhadap harga saham. Sedangkan penelitian terdahulu meneliti tentang pengaruh
total arus kas, komponen arus kas dan laba kotor terhadap return saham.
Adapun yang meneliti pengaruhnya terhadap harga saham tetapi di periode yang
berbeda yaitu selama tahun 2002 – 2004.
2.
Objek dan waktu
penelitian sekarang adalah laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar
di Bursa Efek Indonesia tahun 2009 – 2011. Sedangkan penelitian terdahulu
diantaranya: di Bursa Efek Jakarta dengan perusahaan yang masuk dalam indeks
LQ-45 selama tahun 2002 – 2004 dan 2006 – 2008, perusahaan manufaktur di Bursa
Efek Indonesia tahun 2007 – 2009, saham-saham yang terdaftar di Jakarta
Islamic Index (JII) secara konsisten tahun 2005 – 2007.
2.2 Literatur Review
2.2.1
Teori Agensi
Teori agensi merupakan teori yang digunakan perusahaan
dalam mendasari praktik bisnisnya. “Teori keagenan disebut juga sebagai teori
kontraktual yang memandang suatu perusahaan sebagai suatu perikatan kontrak
antara anggota-anggota perusahaan. Hubungan keagenan adalah sebagai suatu
kontrak antara satu atau lebih pihak yang mempekerjakan pihak lain untuk
melakukan suatu jasa untuk kepentingan mereka yang meliputi pendelegasian
beberapa kekuasaan pengambilan keputusan kepada pihak lain tersebut.” (Jensen
dan Meckling : 1976). Dengan demikian, teori ini mengindikasikan adanya
kepentingan pada setiap pihak yang ada di perusahaan untuk mencapai tujuan.
Pihak yang berkepentingan tersebut adalah pemegang
saham sebagai prinsipal dan manajer perusahaan sebagai agen. Agen harus
melakukan tugas yang diberikan oleh prinsipalnya sebagai tanggung jawab
jasanya. Prinsipal diasumsikan hanya tertarik pada pengembalian uang yang
diperoleh dari investasi mereka pada perusahaan. Sedangkan agen diasumsikan
akan menerima kepuasan tidak hanya dari kompensasi keuangan tetapi juga dari
tambahan lain yang terlibat dalam hubungan keagenan (Anthony dan Govindarajan :
2005).
2.2.2 Komponen
Arus Kas
“Laporan arus kas (statement
of cash flow) menjelaskan perubahan pada kas atau setara kas (cash equivalent)
dalam periode tertentu.” (Earl K. Stice : 2004). “Laporan arus kas adalah
melaporkan penerimaan kas, pembayaran kas dan perubahan bersih pada kas yang
dihasilkan dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan selama satu
periode.” (J. Weygandt : 2008). “Laporan arus kas (statement of cash flows)
melaporkan arus kas masuk dan arus kas keluar utama dari sebuah perusahaan
selama periode tertentu.” (James M. Reeve : 2010).
Sehingga dapat dijelaskan bahwa laporan arus kas adalah laporan yang
menyajikan ringkasan halaman tentang hasil dari aktivitas operasi, aktivitas
investasi dan aktivitas pendanaan perusahaan selama satu periode. Laporan arus
kas sebagai alat yang sempurna untuk menganalisis aktivitas operasi, investasi
dan pendanaan agar dapat dijalankan dengan konsisten.
2.2.1.1
Arus Kas dari Aktivitas
Operasi
“Aktivitas operasi adalah aktivitas penghasil utama pendapatan
perusahaan (principal revenue activities) dan aktivitas lain yang bukan
merupakan aktivitas investasi dan pendanaan, umumnya berasal dari transaksi dan
peristiwa lain yang mempengaruhi penetapan laba atau rugi bersih, dan merupakan
indikator yang menentukan apakah dari operasi perusahaan dapat menghasilkan kas
yang cukup untuk melunasi pinjaman, memelihara kemampuan operasi perusahaan,
membayar dividen dan melakukan investasi baru tanpa mengandalkan pada sumber
pendanaan” (Daniati : 2006). Menurut standar akuntansi keuangan di Indonesia
(IAI : 2007) aktivitas operasi adalah aktivitas penghasil utama pendapatan
perusahaan dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan
aktivitas pendanaan.
Jumlah arus kas yang berasal dari aktivitaas operasi
merupakan indicator yang menentukan apakah operasi perusahaan dapat
menghasilkan arus kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, memelihara kemempuan
operasi perusahaan, membayar dividen, dan melakukan investasi baru tanpa
mengandalkan sumber pendanaan dari luar. Beberapa contoh arus kas dari
aktivitas operasi antara lain :
a.
Penerimaan kas dari penjualan, royalti, fees, komisi dan pendapatan lain
b. Pembayaran kas kepada pemasok barang dan jasa dan karyawan
c. Penerimaan dan pembayaran kas oleh perusahaan
asuransi
2.2.1.2
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
“Aktivitas
investasi adalah aktivitas yang menyangkut perolehan atau pelepasan aktiva
jangka panjang (aktiva tidak lancar) serta investasi lain yang tidak termasuk
dalam setara kas, mencakup aktivitas meminjamkan uang dan mengumpulkan piutang
tersebut serta memperoleh dan menjual investasi dan aktiva jangka panjang
produktif” (Daniati : 2006). Menurut standar akuntansi Keuangan di Indonesia
(IAI : 2007) aktivitas investasi adalah perolehan dan pelepasan aset jangka
panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas.
Arus kas yang berasal dari aktivitas investasi perlu
dilakukan pengungkapan terpisah karena arus kas tersebut mencerminkan
penerimaan dan pengeluaran kas sehubungan dengan sumber daya yang bertujuan
menghasilkan pendapatan dan arus kas masa depan. Beberapa contoh arus kas yang
berasal dari aktivitas investasi adalah :
a. Pembelian dan penerimaan
kas dari penjualan tanah, bangunan dan peralatan, serta aset tidak berwujud dan
aset jangka panjang lain
b. Perolehan saham atau instrumen keuangan
perusahaan lain
c.
Uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain serta pelunasannya
(kecuali yang dilakukan oleh lembaga keuangan)
d. Pembayaran kas sehubungan dengan futures
contracts, forward contracts, option contracts, dan swap contracts kecuali
apabila kontrak tersebut dilakukan untuk tujuan perdagangan (dealing or
trading), atau apabila pembayaran tersebut diklasifikasikan sebagai
aktivitas pendanaan.
2.2.1.3
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Menurut standar akuntansi keuangan di Indonesia (IAI : 2007)
aktivitas pendanaan adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah
serta komposisi modal dan pinjaman perusahaan. Arus kas yang timbul dari
aktivitas pendanaan perlu dilakukan pengungkapan terpisah karena berguna untuk
memprediksi klaim terhadap arus kas masa depan oleh para pemasok modal
perusahaan. Beberapa contoh arus kas yang berasal dari aktivitas pendanaan
adalah :
a. Penerimaan kas dari
emisi saham atau instrumen modal lainnya.
b. Pembayaran kas kepada para pemegang saham untuk menarik
atau menebus saham perusahaan.
c. Pelunasan pinjaman.
d. Pembayaran kas oleh
penyewa (lessee) untuk mengurangi saldo kewajiban yang berkaitan dengan
sewa pembiayaan (finance lease).'
2.2.3 Laba Kotor / Gross Profit
“Laba tidak memiliki definisi yang menunjukkan makna ekonomi,
seperti halnya elemen laporan keuangan yang lain. Oleh karena itu, konsep laba
masih menjadi subyek perbedaan interpretasi dan perdebatan” (Anis Chariri dan
Imam Ghozali : 2007). “Laba kotor adalah laba yang diperoleh dari hasil penjualan bersih
dikurangi dengan harga pokok penjualan (HPP). Laba kotor menyediakan angka yang
berguna untuk mengevaluasi kinerja perusahaan dan menilai laba masa depan” (Kieso : 2002).
Laba dapat dijadikan ukuran untuk menilai keberhasilan perusahaan.
Pengukuran terhadap laba tidak akan memberikan informasi yang bermanfaat bila
tidak menggambarkan sebab-sebab timbulnya laba. Sumber penyebab timbulnya laba
memiliki peranan penting dalam menilai kemajuan perusahaan.
2.2.4 Harga Saham
Menurut pasal 1 Undang-Undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995
mendefinisikan Bursa efek sebagai pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan
system dan/atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek
pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan efek.
“Saham adalah tanda bukti memiliki perusahaan dimana pemiliknya
disebut sebagai pemegang saham (shareholder atau stockholder)”
(Samsul : 2006). Sedangkan harga saham adalah harga suatu saham yang terjadi di
pasar bursa pada saat tertentu yang ditentukan oleh pelaku pasar dan ditentukan
oleh permintaan dan penawaran saham yang bersangkutan di pasar modal
(Jogiyanto : 2008). Bukti bahwa seseorang atau suatu pihak dapat dianggap sebagai pemegang
saham adalah apabila mereka sudah tercatat sebagai pemegang saham dalam buku
yang disebut Daftar Pemegang Saham (DPS). Bukti bahwa
seseorang adalah pemegang saham juga dapat dilihat pada halaman belakang lembar
saham apakah namanya sudah diregistrasi oleh perusahaan (emiten) atau
belum.
Harga pasar (market price) adalah harga yang sedang berlaku
di pasar. Nilai pasar saham adalah harga suatu saham pada pasar yang sedang
berlangsung di bursa efek. Apabila bursa efek telah tutup maka harga pasar
adalah harga penutupannya (clossing price). Untuk mendapatkan jumlah
nilai pasar (market value) suatu saham yaitu dengan mengalikan harga
pasar dengan jumlah saham yang dikeluarkan (Sunariyah, 2004). Biasanya
pergerakan harga saham disajikan setiap hari, berdasarkan harga penutupan di
bursa pada hari tersebut.
2.3 Hipotesis
Hipotesis dapat didefinisikan sebagai hubungan yang diperkirakan
secara logis di antara dua atau lebih variabel yang diungkapkan dalam bentuk
pernyataan yang dapat diuji (Uma Sekaran : 2006). Hubungan tersebut
diperkirakan berdasarkan jaringan asosiasi yang ditetapkan dalam kerangka
teoritis yang dirumuskan untuk studi penelitian.
H1: Arus
kas dari aktivitas operasi berpengaruh signifikan dan positif terhadap harga
saham.
H2: Arus
kas dari aktivitas investasi berpengaruh signifikan dan positif terhadap harga
saham.
H3: Arus
kas dari aktivitas pendanaan berpengaruh signifikan dan positif terhadap harga
saham.
H4: Laba
kotor berpengaruh signifikan dan positif terhadap harga saham.
H5: Arus
kas dari aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi, arus kas dari
aktivitas pendanaan, dan laba kotor secara simultan berpengaruh signifikan
terhadap harga saham.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Sturktur penelitian adalah dengan
menggunakan exploratory study, yaitu stuktur tidak ketat, tujuan untuk
menemukan tugas untuk penelitian selanjutnya. Sedangkan untuk pengumpulan data
pada penelitian ini adalah dengan menggunakan data sekunder melalui observasi
dan dokumentasi laporan keuangan yang didapatkan dari Bursa Efek Penelitian
periode 2009 – 2011. Dengan tujuan penelitian causal study untuk
membuktikan pengaruh total arus kas, komponen arus kas dan laba terhadap harga
saham.
Variabel adalah karakteristik dari
unit observasi (individu, group, organisasi, perusahaan, instansi, kejadian,
aktifitas, dan lainnya) yang bisa diukur dan dinilai bervariasi diantara
unit-unit yang diobservasi tersebut. Variabel
biasanya merupakan simbol yang digunakan oleh peneliti untuk menempatkan angka (numerals)
atau nilai (values). Dalam penelitian ini terdapat dua variabel,
yaitu variabel independen dan dependen. Variabel independennya adalah total
arus kas, komponen arus kas dan laba. Sedangkan variabel dependennya adalah
harga saham.
3.2 Operasional Konsep
Total Arus kas operasi pada penelitian ini diproksi
menggunakan total selisih antara arus kas operasi, arus kas investasi
dan arus kas pendanaan.
a.
Arus kas operasi pada penelitian ini diproksi menggunakan selisih antara
arus kas operasi masuk dengan arus kas operasi keluar.
Arus kas investasi pada penelitian ini diproksi
menggunakan selisih antara arus kas investasi masuk dengan arus kas investasi
keluar.
CFI = CFI Masuk – CFI Keluar
c. Arus kas
operasi pada penelitian ini diproksi menggunakan selisih antara arus kas
pendanaan masuk dengan arus kas pendanaan keluar.
Laba akuntansi pada penelitian diproksi menggunakan
Laba Bersih Setelah Pajak.
Data sekunder adalah data yang pengupulannya sudah
dilakukan sebelumnya oleh peneliti terdahulu/organisasi/perusahaan dalam bentuk
laporan keuangan.
Sumber data untuk mendapatkan data
sekunder yang diperlukan dalam penelitian ini adalah melalui dokumentasi
laporan keuangan perusahaan manufaktur periode 2009 – 2011 yang terdaftar dan
didapatkan di Bursa Efek Indonesia.
Adapun teknik pengumpulan data sekunder
yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1. Observasi
Merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan
dengan mengadakan pengamatan secara langsung terhadap objek penelitian.
Observasi yang dilakukan untuk mengamati dan mengetahui laporan keuangan yang ada di perusahaan manufaktur yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2009 – 2011.
2. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan
metode pengumpulan data dengan cara melihat dan menggunakan laporan-laporan dan
catatan yang ada di perusahaan yang masuk dalam sampel penelitian. Dokumentasi
yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dokumentasi laporan-laporan keuangan
keuangan yang ada di perusahaan
manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2009 – 2011, yaitu dengan
menggunakan sampel sebanyak 20 perusahaan.
Sampel adalah
bagian dari populasi yang akan diteliti. Sampel diperlukan untuk melakukan
pendugaan/penyimulan atas karakteristik keseluruhan populasi. Teknik
pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling,
yaitu pengambilan sampel berdasarkan kriteria tertentu yang ditetapkan
peneliti. Kriteria pemilihan sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut
:
1. Perusahaan manufaktur yang listing di BEI
pada tahun 2009, 2010 dan 2011 secara konsisten.
2. Perusahaan manufaktur yang memiliki data closing
price lengkap dan tidak memiliki saham prefern.
3. Perusahaan manufaktur yang menerbitkan laporan keuangan
auditan selama periode pengamatan yang dinyatakan dalam mata uang rupiah,
sehingga dapat memberikan informasi yang lebih dapat dipercaya.
3.5 Teknik Analisis Data
Teknik
penganalisisaan data yang digunakan adalah statistical data analysis yaitu
analisis regresi linier berganda yang diperlukan untuk menguji hipotesis
mencari pengaruh total arus kas, komponen arus kas dan laba akuntansi terhadap
harga saham. Data hasil perhitungan dengan menggunalan komputer dengan program
SPSS.
Teknik analisa
data regresi linier berganda dengan menggunakan :
1. Mendeskripsikan data berdasarkan hasil identifikasi
dan klasifikasi data yang diperoleh.
2. Deskriptif statistik
3. Uji asumsi klasik untuk regresi normalitas data. Menurut
Priyatno (2010 : 71) uji
normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah populasi data yang digunakan dalam
penelitian berdistribusi normal atau tidak.
4. Uji hipotesis dengan regresi uji F, uji R, uji T. Dengan menggunakan pedoman jika F tidak signifikan, maka pengujian R dan T tidak diperlukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar