Rabu, 04 November 2015

Studi Kelayakan Bisnis (Kasus Aspek Pasar dan da Perluasan Usaha PT SBE)

STUDI KELAYAKAN BISNIS
KASUS ASPEK PASAR PADA PERLUASAN USAHA PT SBE

a.              Profil PT. SBE
PT. SBE berlokasi di Yogyakarta, berdiri pada bulan Januari 1976 (belum ada izin operasi dan produksi percobaan) sampai bulan Mei 1977. Setelah itu telah produksi dilakukan secara komersial dan mendapatkan izin dan berstatus hukum sampai sekarang. Produk yang dihasilkan;
1.      Bohlam MG Frosted/Cleor
2.      Bohlam tipe PX Cleor
3.      Bohlam tipe PX Frosted
4.      Bohlam tipe G

b.             Kasus yang diajukan perusahaan
PT. SBE merencanakan perluasan usaha dengan menambah jenis produk yang dihasilkan berupa lampu tabung untuk penerangan, apakah masih tersedia pasar potensial yang cukup?

c.              Analisis kelayakan bisnis
Menurut kelompok kami, perusahaan layak melakukan perluasan usaha dengan produk yang dihasilkan yaitu lampu tabung. Hal ini dapat dianalisis dengan melihat:
1.    Penilaian eksternal yang perlu dipertimbangkan PT. SBE
§  Persaingan antar perusahaan
Kualitas produk yang dihasilkan merupakan salah satu dari dua perusahaan di Indonesia yang menghasilkan produk sejenis yang telah memenuhi standarisasi industri lampu-lampu pijar sesuai SII.
§  Potensi masuknya pesaing baru
Adanya produk-produk sejenis akan terus bertambah dan berbanding lurus dengan permintaan (konsumsi) tenaga listrik untuk lampu pijar sesuai peningkatan pertumbuhan penduduk Indonesia. Potensi masuknya pesaing baru di skala Nasional dapat dikatakan cukup, menginat produk lampu tabung merupakan produk yang mempuyai siklus hidup yang cukup panjang (tidak mudah rusak).
2.    Penilaian internal yang perlu dipertimbangkan PT. SBE
§   Kinerja pemasaran yang dilakukan PT. SBE sudah terbilang cukup bagus, hal tersebut dibuktikan dengan daerah pemasaran dan jumlah produksi.
§   Kinerja keuangan
Neraca PT. SBE menunjukkan kenaikan dan penurunan yag tidak stabil. Salah satunya dilihat dari rasio lancar tahun 1980 = 1,39; tahun 1981 = 2,17; tahun 1982 = 1,81; yang pada tahun terakhir mengalami keadaan yang kurang bagus. Namun keadaan ini masih bisa dikatakan normal karena selisihnyayang tidak terlalu jauh (drastis).
3.    Potensi yang dimiliki PT. SBE cukup baik di masa yang akan datang. Hal ini dapat diperkirangan dengan melihat:
§  Daerah pemasaran yang telah dijangkau PT. SBE yaitu Yogyakarta, Denpasar, Manado, Banjarmasin, Samarinda, Samarinda, Surabaya, Bandung, Medan, Padang, Bangka, Pekan Baru, Lampung, Palembang, dan Pontianak.
§  Perkiraan konsumsi tenaga listrik untuk penerangan yang dikeluarkan oleh PLN, yaitu industri sebesar 60%, sektor rumah tangga 25%, sektor komersia; dan umum 14%, dan penerangan jalan sebesar 13%.
§  Perkiraan konsumsi tenaga listrik untuk lampu tabung menurut hasil perhitungan Gabungan Pengusaha Indusri Elektronika dan Alat-alat Listrik Rumah Tangga Indonesia. Untuk rumah tangga = 1 : 0,41, industri = 1 : 4,29, komersial/umum = 1 : 4,93.
§  Serta data histori (riwayat) tabel produksi perusahaan di dalam negeri dan impor yang cukup bagus (stabil) dari tahun 1977-1982.
4.    Perbandingan produksi lampu tabung yang dilalukan perusahaan dalam negeri, luar negeri, dan PT SBE.

d.             Kesimpulan
Dengan analisis di atas dapat disimpulkan jika potensi PT. SBE merencanakan perluasan usaha dengan menambah jenis produk berupa lampu tabung untuk penerangan memiliki pasar yang cukup potensial (layak). Justru pengembangan produk memang harus dilakukah oleh PT. SBE karena pada dasarnya nama dan merk PT. SBE cukup dikenal. Pengembangan produk yang lebih signifikan dapat menambah nilai penjualan dan pendapatan bagi perusahaan sekaligus.
PT. SBE dapat melakukan beberapa hal yang dapat mendukung rencana tersebut, diantaranya dengan bekerjasama dengan perusahaan lampu lain untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk tersebut.

Perusahaan juga dapat melakukan mark-up pricing yang mempermudah perusahaan untuk meningkatkan pendapatan dan melunasi utang tanpa tahus mengeluarkan biaya produksi lambu jenis baru tersebut, sehingga dimasa mendatang ketika utang lancar dan utang jangka panjang telah stabil dan lunas perusahaan tersebut dapat menciptakan lampu jenis baru tanpa harus bergabung dengan perusahaan lain.

1 komentar:

  1. kak boleh share lagi grafik yang no. 4 Perbandingan produksi lampu tabung yang dilalukan perusahaan dalam negeri, luar negeri, dan PT SBE, soanya picture grafik perbandingan nya yg blog ini engga ke buka, makasih

    BalasHapus