Kamis, 05 November 2015

Manajemen Strategi: PEMBAHASAN KASUS ADIRA FINANCE

Manajemen Strategi:
PEMBAHASAN KASUS ADIRA FINANCE
(maav ya agak kacau / ga rapi, terima kasih)

1.        Visi dan Misi Adira Finance
Visi:
Menjadi perusahaan pembiayaan kelas dunia

Misi:
*   Mewujudkan impian esok pada hari ini
*   Memberikan kepercayaan akan kepuasan pelanggan
*   Menunjang kualitas hidup masyarakat
*   Memenuhi kewajiban kepada para pemegang saham
*   Menunjang peningkatan volume dan kualitas penjualan
*   Mengelola bisnis dengan mengoptimalisasikan sumber daya manusia yang unggul dan penggunaan teknologi yang kompetitif
*   Memberikan layanan terbaik kepada konsumen dengan harga kompetitif

Nilai:
Untuk memberikan hasil kerja yang sempurna dan berkomitmen melalui kerjasama yang berdasakan kepercayaan dan rasa hormat.

2.        Penilaian Eksternal Adira Finance
PEST (Political, Economic, Social, dan Technological
Politik: Kebijakan yang berpengaruh baik  secara langsung maupun  tidak  langsung  yaitu kebijakan pemerintah menaikkan Tarif  Dasar  Listrik (TDL) yang terjadi pada bulan Juli 2010. Kebijakan pemerintah yang memberlakukan pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk pengendara sepeda motor.
Ekonomi: Krisis global yang dihadapi dunia, terjadinya kredit macet.
Politik: Belum adanya regulasi dalam bentuk undang-undang yang mengatur tentang industri multifinace.
Sosial Budaya: Faktor sosio-kultural masyarakat Indonesia menjadi salah satu faktor dalam formulasi strategi bersaing. Beberapa hal yang terkait dengan karakter sosio-kultural masyarakat yaitu:
·      Konsumerisme dan karakter show-off masyarakat menjadikan permintaan akan  produk-produk  tertentu  meningkat. 
·      Tradisi mudik pada momen tertentu berarti kebutuhan akan sarana transportasi  dan dana tunai.
Teknologi: Perkembangan teknologi Adira Finance sangat membantu proses operasional bisnis dan juga pelayanan kepada nasabahnya. Beberapa yang bisa dilakukan untuk mendukung proses tersebut antara lain dengan menggunakan sistem pembayaran online.

Lima model kekuatan Porter (Porter’s Five-forces Model) digunakan Adira Finance untuk  menganalisis lingkungan  persaingan meliputi:
a.    Persaingan Antar perusahaan Saingan
Pada saat ini saingan terbesar PT Adira Dinamika Multi Finance adalah FIF (Federal Internasional Finance) dan BAF (Bussan Auto Finance) karena pada tahun kuartal pertama 2010, mereka bersama-sama berhasil membukukan kenaikan pembiayaan baru sebesar 48,7% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2009. Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa persaingan antar perusahaan di Indonesia dapat dikatakan menengah.
b.    Potensi Masuknya Pesaing Baru
Ancaman yang datang dari pendatang baru dalam industri pinjaman dana tunai adalah Bank Syariah. Saat ini, Bank Syariah telah memberikan pinjaman dengan jaminan emas seperti pegadaian. Bukan tidak mungkin ke depannya Bank Syariah turut bermain dengan jaminan BPKB mobil dan motor. Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa ancaman pesaing baru di Indonesia dapat dikatakan menengah menuju tinggi.
c.    Potensi Pengembangan Produk-Produk Pengganti
Bank Pengkreditan Rakyat (BPR) merupakan ancaman bagi Adira Finance dalam bidang pinjaman dana tunai dengan jaminan BPKB mobil dan motor. Dimana nilai pinjaman dari BPR sebesar 50%-60% harga barang yang dijaminkan, sedangkan nilai pinjaman Adira Finance besarnya minimal 80% harga pasar yang dijaminkan. Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa ancaman pengembangan produk pengganti di Indonesia dapat dikatakan rendah.
d.    Daya Tawar Pemasok
Pemasok adalah sebutan untuk pihak yang memberikan input kepada proses. Input untuk  perusahaan pembiayaan terdiri dari dua hal, yaitu order pembiayaan dan dana tunai. Sementara prosesnya adalah proses pembiayaan.
*   Input Order Pembiayaan: Pemasok untuk produk inti Adira Finance adalah dealer, dapat dikatakan tidak memiliki pemasok tetap.
*   Input Dana Tunai: Pemasok bagi Adira Finance adalah Bank Danamon. Sebagai perusahaan induk Adira  Finance, Bank  Danamon memberikan pendanaan yang  tak terbatas.
Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa daya tawar pemasok di Indonesia dapat dikatakan menengah.
e.    Daya Tawar Konsumen
Konsumen  Adira Finance adalah masyarakat yang memiliki kebutuhan mendesak akan dana tunai misalnya untuk biaya pendidikan anaknya sekolah atau kendaran bermotor yang digunakan untuk melaksanakan aktivitas pekerjanya. Dimana Adira Finance memberikan keringanan berupa bunga yang lebih rendah dengan perpanjangan pelunasan pembayaran. Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa daya tawar konsumen di Indonesia dapat dikatakan rendah menuju menengah.

3.        Penilaian Internal Adira Finance

ü  Internal Adira Finance
Kinerja Keuangan Adira Finance
Pada tahun 2010, Adira Finance telah membukukan kinerja keuangan yang cukup baik. Kinerja keuangan Adira Finance tahun 2010 dengan perbandingan tahun 2009 dapat diringkas sebagai berikut:
·      Laba bersih  meningkat  sebesar 21%  menjadi  Rp  1,468 triliun.
·      Penyaluran pembiayaan baru meningkat 78% menjadi Rp 25,93 triliun.
·      Jumlah pembiayaan baru untuk sepeda motor meningkat sebesar 60,2%  menjadi  Rp 17,203 triliun, sedangkan jumlah pembiayaan baru untuk mobil meningkat sebesar 129,7% menjadi Rp 8,7 triliun.
·      Jumlah asset meningkat sebesar  76%  menjadi Rp 7,6 triliun.
·      Jumlah ekuitas meningkat sebesar 43%  menjadi Rp 3,8 triliun.
·      Jumlah konsumen meningkat hampir 30% menjadi lebih dari 2,83 juta konsumen.
·      NPL mengalami peningkatan sedikit setelah lama menurun yaitu naik 1,2%.
Likuiditas dan Sumber Pendanaan
Arus kas masuk perusahaan yang utama diperoleh dari  penerimaan  angsuran  konsumen, bunga bank dan deposito berjangka, penerimaan dari pencairan dari deposito yang dijaminkan, pendapatan lain-lain. Arus kas keluar perusahaan yang utama adalah untuk membayar transaksi pembiayaan konsumen, bunga pembiayaan bersama, gaji dan tunjangan, premi asuransi, beban umum dan administrasi, pajak penghasilan, tatiem dewan komisaris dan direksi, beban bunga obligasi, dan kas bersih digunakan untuk aktivitas operasi. Sumber pendanaan perusahaan berasal dari pembiayaan bersama dengan bank, penerbitan obligasi, pinjaman bank dan modal sendiri. Saat ini, tidak ada permasalahan dalam sumber pendanaan dikarenakan dukungan dan komitmen penuh dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk sebagai Perusahaan Induk yang terus-menerus menyediakan pendanaan bagi perusahaan dalam mendapatkan pembiayaan baru.

ü  Sumber Daya Internal
Analisis sumber daya yang menjadi kekuatan Adira Finance, yaitu:
Jaringan Usaha
Jaringan usaha memegang peran penting dalam mendukung upaya peningkatan pemasaran sehingga menjadi salah satu kekuatan yang dimiliki Adira Finance  karena rencana 3 tahun mendatang, Adira Finance menargetkan meningkatkan jumlah pembiayaan 25-30% dan hal ini membuat PT Adira Dinamika Multi Finance harus mendirikan cabang atau jaringan usaha baru.
Karyawan
SDM adalah aset bagi Adira Finance karena intensitas interaksi dengan nasabah yang cukup tinggi, sikap dan perilaku karyawan sangat menentukan keputusan nasabah untuk memilih Adira Finance sebagai lembaga pembiayaannya. Dimana PT Adira Dinamika Multi Finance mempunyai 22 ribu karyawan dan mempunyai prinsip “Managing Business Is Managing People”. PT Adira Dinamika Multi Finance mengadakan sisi pelatihan dan pengembangan, mempunyai gedung pelatihan sendiri, dan memberikan penghargaan (reward) bagi karyawan yang berprestasi.
Komunitas Nasabah Adira Finance
Salah  satu  kekuatan lain yang dimiliki Adira Finance  adalah  adanya  satu komunitas  nasabah  yang  disebut  dengan  Adira  Club  Member (ACM).  Salah satu keuntungan dari pnggunaan ACM yaitu memberikan discount, bonus, dan keuntungan lainnya.

ü  Tujuan Jangka Panjang Adira Finance
Tujuan Jangka Panjang
       Adira Finance bertekad untuk menjadi “Perusahaan Pembiayaan Kelas Dunia” yang keberadaannya sangat diperhitungkan baik oleh pesaing maupun pasar. Sebagai salah satu perusahaan pembiayaan terbesar di Indonesia saat ini, Adira Finance terus berusaha mewujudkan impiannya untuk menjadi “Perusahaan Pembiayaan Kelas Dunia.
Tujuan Jangka Menengah
        Adira Finance bertekad menjadi “Perusahaan pembiayaan berbagai merk otomotif terbesar di Indonesia”.
Tujuan Keuangan dan Strategi
       Tujuan keuangan Adira Finance mencakup hal-hal yang berkaitan dengan pertumbuhan pendapatan, pertumbuhan laba, dividen yang lebih tinggi, margin laba yang lebih besar, pengembalian atas investasi (ROI) yang lebih besar, laba persaham yang lebih tinggi, harga saham yang meningkat, arus kas yang membaik.
       Tujuan strategis Adira Finance mencakup hal-hal seperti pangsa pasar yang yang lebih besar atau luas, waktu pengiriman yang lebih cepat dibandingkan pesaing, biaya yang lebih rendah dibandingkan pesaing, kualitas produk yang lebih tinggi dibandingkan pesaing, dan seterusnya.

4.        Strategi-Strategi dalam Adira Finance
Analisis pemilihan strategi Adir Finance yaitu:  
1.    Pengembangan Pasar : berdasarkan misi Adira Finance mewujudkan hari esok pada hari ini dimana adira memiliki tujuan tahunan sebagai pembiaya terbesar di indonesia membuat Adira Finance memilih analisis strategi pengembangan pasar. Dimana hal ini di dukung dari data internal yang menunjukkan jumlah peningkatan konsumen baru tahun 2010 hampir 30% . peningkatan konsumen baru yang melonjak tiap tahunnya membuat tingkat resiko kredit macet juga akan semakin bertambah. Untuk mencegah resiko kredit macet yang tinggi maka Adira Finance meningkatkan teknologi dengan cara pembayaran secara online dan pendirian cabang baru.
2.      Pengembangan Produk: berdasakan misi Adira Finance menunjang peningkatan volume dan kualitas penjualan, mengelola bisnis dengan mengoptimalisasikan sumber daya manusia yang unggul dan penggunaan teknologi yang kompetitif, Memberikan layanan terbaik kepada konsumen dengan harga kompetitif dengan tujuan jangka pendek sebagai pembiaya terbesar di Indonesia Adira Finance memilih analisis strategi pengembangan produk dengan melakukan berbagi inovasi produk. Dimana hali ini di dukung dari  pembatasan BBM dan TDL dari pemerintah yang dapat menurunkan daya beli masyarakat akan kendaraan bermotor.                                
·      Diversifikasi Terkait: berdasarkan misi Adira Finance mewujudkan impian esok pada hari ini, menunjang peningkatan volume dan kualitas penjualan dengan tujuan jangka pendek sebagai pembiaya terbesar di Indonesia Adira Finance memilih analisis strategi diversivikasi terkait dengan menyewakan kendaraan motor maupun mobil minimal 1 minggu. Dimana hal ini terjadi Konsumerisme dan karakter show-off masyarakat menjadikan permintaan akan  produk-produk  tertentu  meningkat, tradisi mudik pada momen tertentu berarti kebutuhan akan sarana transportasi

Strategi 1:
Pembayaran kredit dapat dilakukan secara online. Adira Finance akan berkerjasama dengan bank-bank swasta maupun negeri untuk mempermudah nasabah dalam melakukan transaksi pembayaran. Konsumen yang melakukan pembayaran kredit akan diminta untuk menandatangani surat utang atau wesel. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir tingkat risiko kredit macet dan juga sebagai alternatif dana pembiayaan.
Strategi 2
Memberikan fasilitas tambahan pada kendaraan baik motor atau mobil secara kredit yaitu dengan mengiritkan BBM pada mesin motor dan memberikan fasilitas tambahan pada mobil seperti modifikasi pelek, knalpot, merubah warna, sensor, penambahan TV, sound sistem dll.
Strategi 3
Adira Finance memberikan pembiayan baru dengan cara menyewakan motor dan mobil second minimal 1 minggu dengan harga di bawah pasar.

5.        Analisis dan Pemilihan Strategi
Kerangka perumusan strategi:
Tahap 1
Matriks Evaluasi Faktor Eksternal (EFE) Adira Finance :
Faktor-faktor Eksternal Utama
Bobot
Peringkat
Skor Bobot
Peluang
1.

2.

3.
4.

.
Petumbuhan penduduk produktif meningkat tiap tahun
Keinginan masyarakat akan kebutuhan kendaraan pribadi semakin meningkat.
Kebutuhan masyarakat akan dana tunai selalu ada.
Berkembangnya teknologi pendukung operasi pembiayaan.  Adanya aplikasi-aplikasi tersebut akan membantu mempercepat proses pembiayaan, pembayaran angsuran, proses pemasaran, dan lain-lainnya.
0,15

0,17

0,08
0,10




3

4

2
3




0,45

0,68

0,16
0,30




Ancaman




1
2.

3.
4.
Resiko kredit macet yang tinggi
Kebijakan pemerintah mengenai kenaikan TDL dan pembatasan BBM bersubsidi.
Peningkatan harga yang tidak stabil
Bertambahnya pesaing.
0,20
0,12

0,09
0,09

4
4

1
3

0,80
0,48

0,09
0,27

Total
1,0

3,23

Matriks Evaluasi Faktor Internal (EFI) Adira Finance :
Faktor-faktor Internal Utama
Bobot
Peringkat
Skor Bobot
KEKUATAN
1.
2.




3.


4.



5.

Memiliki budaya organisasi yang  kuat.
Jumlah jaringan usaha Adira Finance yang tersebar di seluruh Indonesia sebanyak 319 dengan 31jaringan usaha di area Jabodetabek. Jumlah jaringan usaha ini direncanakan akan terus bertambah.
Karyawan yang banyak dengan kompetensi yang terus berkembang mendukung proses inti bisnis dan proses pendukung bisnis.
Kondisi keuangan Adira Finance yang sehat dengan sumber pendanaan yang tak terbatas (dukungan dari perusahaan induk, Bank Danamon).
Jumlah mitra ACM yang terus bertambah.
0,13
0,15




0,15


0,20



0,15



2
2




3


3



1



0,26
0,30




0,45


0,60



0,15



KELEMAHAN



1.
2.
System penagihan yang masih lambat
Memiliki Layout kantor kurang menarik
0,15
0,07
3
2
0,45
0,14
Total
1,0

2,35

Matriks Profil Kompetitif Adira Finance :

ADF
WOM Finance
FIF
BAF
Faktor-faktor keberhasilan utama
Bobot

peringkat
Skor bobot
peringkat
Skor bobot
peringkat
Skor bobot
peringkat
Skor bobot
Pangsa Pasar
Posisi keuangan
Kualitas produk
Loyalitas konsumen
Layanan konsumen
Daya saing harga
Pengalaman Manajemen
0,15
0,10

0,20
0,10

0,15

0,10
0,20
3
2

4
3

2

1
4
0,45
0,20

0,80
0,30

0,30

0,10
0,80
2
3

3
4

3

2
4
0,30
0,30

0,60
0,40

0,45

0,20
0,80
3
4

2
4

2

4
3
0,45
0,40

0,40
0,40

0,30

0,40
0,60
2
3

3
2

1

4
4
0,30
0,30

0,60
0,20

0,15

0,40
0,80
Total
1,0

2,95

3,05

2,95

2,75

Matrik QSPM
Faktor-Faktor Utama
Bobot
Melakukan Pembayaran Secara Online
Menambah Fasilitas Pada Kendaraan secara Kredit
Menyewakan Motor Dan Mobil Second
AS
TAS
AS
TAS
AS
TAS
PELUANG
1.      Petumbuhan penduduk produktif meningkat tiap tahun
2.      Keinginan masyarakat akan kebutuhan kendaraan pribadi semakin meningkat.
3.      Kebutuhan masyarakat akan dana tunai selalu ada.
4.      Berkembangnya teknologi pendukung operasi pembiayaan.  Adanya aplikasi-aplikasi tersebut akan membantu mempercepat proses pembiayaan, pembayaran angsuran, proses pemasaran, dan lain-lainnya.

0,15

0,17



0,08


0,10




2

2



1


4




0,30

0,34



0,08


0,40




3

4



-


2




0,45

0,68



-


0,20




4

-



-


3




0,60

-



-


0,30



ANCAMAN
1.      Resiko kredit macet yang tinggi
2.      Kebijakan pemerintah mengenai kenaikan TDL dan pembatasan BBM bersubsidi.
3.      Peningkatan harga yang tidak stabil
4.      Bertambahnya pesaing

0,20
0,12


0,09
0,09

3
-


-
-

0,60
-


-
-

1
3


-
1

0,20
0,36


-
0,09

2
3


1
1

0,40
0,36


0,09
0,09
Jumlah
1,00






KEKUATAN
1.      Memiliki budaya organisasi yang  kuat.
2.      Jumlah jaringan usaha Adira Finance yang tersebar di seluruh Indonesia sebanyak 319 dengan 31 jaringan usaha di area Jabodetabek. Jumlah jaringan usaha ini direncanakan akan terus bertambah.
3.      Karyawan yang banyak dengan kompetensi yang terus berkembang mendukung proses inti bisnis dan proses pendukung bisnis.
4.      Kondisi keuangan Adira Finance yang sehat dengan sumber pendanaan dari perusahaan induk, Bank Danamon.
5.      Jumlah mitra ACM yang terus bertambah.

0,13

0,15





0,15



0,20



0,15


-

-





-



4



2


-

-





-



0,80



0,30


-

3





4



3



3


-

0,35





0,60



0,30



0,35


2

1





2



2



2


0,26

0,15





0,30



0,40



0,30

KELEMAHAN
1.      Sistem penagihan yang masih lambat.
2.      Memiliki layout kantor kurang menarik.

0,15
0,07

4
-

0,60
-

-
1

-
0,07

-
3

-
0,21
Jumlah
1,00

3,42

3,65

3,46

Hasil Analisis:
Dari tabel diatas, tiga strategi alternatif, yaitu: 1)  Melakukan pembayaran secara online, 2) Menambah Fasilitas Pada Kendaraan secara Kredit, 3) Menyewakan motor dan mobil bekas. Jumlah keseluruhan daya tarik total sebesar 3,42 ; 3,65 dan 3,46 analisis tersebut mengidikasikan bahwa bisnis Adira Finance perlu melakukan berbagai inovasi produk.
1)      Pertumbuhan penduduk produktif  meningkat tiap tahun.
Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat di usia produktif dirasa oleh Adira Finance sebagai alasan stategis untuk memilih strategi penambahan fasilitas pada  produk. Dimana dengan semakin banyaknya fasilitas yang ditawakan oleh Adira Finance akan memenuhi kebutuhan, harapan dan keingin masyarakat akan kendaraan bermotor.
2)      Keinginan masyarakat akan kebutuhan kendaraan pribadi semakin meningkat.
Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah nasabah baru Adira Finance yang semakin meningkat rata-rata  57%  tiap tahunnya. Dimana strategi penambahan fasilitas pada produk kendaraan bermotor  dipilih oleh Adira Finance karena dirasa peningkatan jumlah nasabah menandakan keinginan nasabah atau masyarakat untuk memiliki kendaraan pribadi dan hal ini berkesinambungan dengan peningkatan ekonomi masyarakat.  
3)      Berkembangnya teknologi pendukung operasi pembiayaan.
Perkembangan teknologi yang terjadi pada saat ini, sedikit banyak mempengaruhi kegiatan ekonomi yang terjadi di dunia. Teknologi telah menunjang kegiatan operasional perusahaan. Dalam strategi penambahan fasilitas pada produk yang di analisis oleh Adira Finance mengagap bahwa teknologi adalah penunjang dalam implementasi strategi penambahan fasilitas pada produk.
4)      Resiko kredit macet yang tinggi
Permasalahan utama yang dihadapi Adira Finance dalam pembiayaan adalah resiko kredit macet yang dapat mengurangi laba atau kerugian bagi pihak Adira Finance. Hal ini menunjang strategi penambahan fasilitas pada produk yang di lakukan oleh Adira Finance.
5)      Kebijakan pemerintah mengenai kenaikan TDL dan pembatasan BBM bersubsidi.
Tahun 2010-2012 pemeritah telah mengeluarkan kebijakan mengenai kenaikan TDL dan pembatasan BBM bersubsidi. Kebijakan yang dikeluarkan pemerintah ini menjadi ancaman bagi Adira Finance karena akan menurunkan daya beli masyarakat akan kendaraan bermotor yang  menggunakan BBM sebagai bahan bakunya. Strategi penambahan fasilitas pada produk diharapkan mampu mengurangi pemakaian bahan baku.
6)      Bertambahnya pesaing
Semakin meningkatnya persaingan industri financial seperti Bank Syariah, PT Jasra Internasional Multifinance, PT Sarana Global Finance Indonesia, PT PPA Finance, dan PT SMFL Leasing Indonesia semakin meramaikan persaingan dalam industri financial dimana strategi penambahan fasilitas pada produk dibutuhkan Adira Finance agar memiliki kelebihan daripada industri financial lainnya, sehingga selain untuk mempertahankan nasabah juga untuk meningkatkan penjualan.   
7)  Jumlah jaringan usaha Adira Finance yang tersebar di seluruh Indonesia sebanyak 319. Peningkatan konsumen Jumlah jaringan usaha ini direncanakan akan terus bertambah.
Adira Finance mendirikan cabang di setiap kota lebih dari satu, hal ini menunjang  strategi penambahan fasilitas pada produk. Bila terjadi penumpukan permitaan penambahan fasilitas kendaraan motor akan dapat di alihkan ke cabang terdekat.
8)     Karyawan yang banyak dengan kompetensi yang terus berkembang mendukung proses inti bisnis dan proses pendukung bisnis.
Karyawan adalah aset bagi Adira Finance dimana intensitas interaksi dengan nasabah yang cukup tinggi, sikap dan perilaku karyawan sangat menentukan keputusan nasabah untuk memilih Adira Finance sebagai lembaga pembiayaannya. Dimana strategi penambahan fasilitas pada produk juga membutuhkan karyawan untuk menerapkan strategi tersebut.
9)     Kondisi keuangan Adira Finance yang sehat dengan sumber pendanaan  dari perusahaan induk, Bank Danamon
Kondisi keuangan Adira Finance yang mengalami peningkatan laba sampai 21%  pada tahun 2010 dan pendanaan dari Bank Danamon sebagai perusahaan induk, penerbitan saham PT Adira Finance menunjang strategi penambahan fasilitas pada produk yang menbutuhkan biaya cukup besar.
10)  Jumlah mitra ACM yang terus bertambah.
Stretegi penambahan fasilitas pada produk menunjang peningkatan pada jumlah mitra ACM Adira Finance. Dengan memberikan diskon atau potongan pada penambahan fasilitas produk.
11)  Memiliki layout kantor kurang menarik.
Kebanyakan kantor Adira Finance kecil, hal ini kurang efisien akan lebih baik jika layout kantor Adira Finance di buat lebih efisien dimana bagian atas digunakan sebagai kantor dan di bawah digunakan sebagai bengkel untuk penambahan fasilitas kendaraan bermotor.

6.        Penerapan Strategi: Isu-isu Manajemen dan Operasi
Rencana penerapan strategi  yang di pilih yaitu Memberikan fasilitas tambahan pada kendaraan baik montor atau mobil.
Kendala-kendala yang mungkin akan terjadi :
·         Teknologi
Teknologi yang semakin canggih membuat perusahaan seperti PT Adira Finance harus mengikuti perkembangan tersebut. Untuk meningkatkan kinerja dan fasilitas perusahaan.
·         SDM (Karyawan)
SDM dalam Adira Finance belum menguasai tentang otomotif.
·       Layout Kantor
Kurang efisiennya layout  kantor Adira Finance untuk divisi bengkel.
Solusi dari kendala strategi penambahan fasilitas pada produk:
·         Teknologi
Membeli peralatan teknologi yang menunjang kinerja Adira Finace.
·         SDM (Karyawan)
Dalam rencana penambahan fasilitas pada produk membuat PT Adira Finance harus mengadakan pelatihan dan rekrutmen untuk meningkatkan kualitas SDM dalam bidang otomotif dan IT.
·         Layout kantor
Layout kantor lebih efisien dimana bagian atas digunakan sebagai kantor dan di bawah digunakan sebagai bengkel untuk penambahan fasilitas kendaraan bermotor.
7.        Penerapan Strategi: Isu-isu Pemasaran, Keuangan/Akuntansi, Litbang, dan SIM
A.    Isu-isu pemasaran
Rencana penerapan strategi  yang di pilih yaitu Memberikan fasilitas tambahan pada kendaraan baik montor atau mobil.
Kendala-kendala yang mungkin akan terjadi :
·         Konsumen
Adanya kontra dari masyarakat akan strategi penambahan fasilitas pada produk yang menyebabkan turunnya jumlah nasabah yang akan mengajukan pembiayaan atas kepemilikan motor atau mobil baru.
·         Pesaing
Banyak pesaing bengkel yang menawarkan penambahan fasilitas pada kendaraan bermotor.
·         Supplier
Kesulitan dalam berkerjasama dengan supplier peralatan penunjang fasilitas produk yang berkualitas dengan harga yang kompetitif.

Solusi dari kendala strategi penambahan fasilitas pada produk:
·         Konsumen
PT Adira Finance akan melakukan promosi pada masyarakat terhadap strategi penambahan fasilitas pada kendaraan bermotor.  
·         Pesaing
Kebanyakan pesaing menawarkan penambahan fasilitas pada kendaraan bermotor secara tunai sedangkan PT Adira Finance melakukan pembiayaan terlebih dahulu sehingga nasabah dapat melakukan pembayaran secara kredit.
·         Supplier
Melakukan analisis pada supplier di setiap kota yang sesuai dengan peralatan penunjang fasilitas kendaraan bermotor yang sesuai dengan trend dan keinginan konsumen, dapat di ajak kerjasama dengan baik sehingga mendapatkan harga yang kompetitif dalam kerjasama tersebut.
B.     Isu-isu Keuangan
·         Modal
Dalam rencana menggunakan strategi penambahan fasilitas pada produk membutuhkan modal yang cukup besar dikarenakan adanya pembiayaan tambahan yang harus dikeluarkan Adira Finance dalam hal pembelian peralatan fasilitas.
Modal yang dapat dipilih sebagai alternatif pendanaan antara lain berasal dari modal sendiri dengan menerbitkan surat-surat berharga berupa saham, melakukan hutang dengan pihak ketiga atau melakukan kombinasi antara modal sendiri dengan hutang kepada pihak ketiga.
Analisis EPS/EBIT alternatif pendanaan untuk peunjang strategi penambahan fasilitas pada produk (Dalam Jutaan):
Jumlah yang diperlukan = 1,5 M
Suku Bunga = 8%
Tarif pajak = 28%
Harga Per saham =  Rp 0,1
Jumlah saham  beredar = 1 M

Pembiayaan Saham Biasa
Pembiayaan Utang
Pembiayaan Kombinasi

Resesi
Normal
Meledak
Resesi
Normal
Meledak
Resesi
Normal
Meledak
EBIT
2 M
3 M
6 M
2 M
3 M
6 M
2 M
3 M
6 M
Bunga (8%)
-
-
-
0,12
0,12
0,12
0,06
0,06
0,06
EBIT
2 M
3 M
6 M
1,88 M
2,88 M
5,88 M
1,94 M
2,94 M
5,94 M
Pajak
(28%)
0,56 M
0,84 M
1,68 M
0,53 M
0,81 M
1,65 M
0,54 M
0,82 M
1,66 M
EAT
1,44 M
2,16 M
4,32 M
1,35 M
2,07 M
4,23 M
1,40 M
2,12 M
4,28 M










Jumlah Saham
2,5 M
2,5 M
2,5 M
1 M
1 M
1 M
1,75 M
1,75 M
1,75 M
EPS
0,56 M
0,86 M
1,73 M
1,35 M
2,07 M
4,23 M
0,80 M
1,21 M
2,45 M

Solusi yang akan diambil Adira Finace dalam  pendanaan strategi penambahan fasilitas produk menggunakan pembiayaan  hutang. Sebagaimana diindikasi oleh  nilai EPS tertinggi sebesar 1,38; 2,10; dan 4,26.  Hutang merupakan  alternatif  pembiayaan terbaik untuk Adira Finance pada masa resesi, normal arau ledakan ekonomi.
C.     Isu-isu litbang
Kendala-kendala yang mungkin akan terjadi
Permasalahan yang di hadapi Adira Finance dalam litbang adalah kesulitannya dalam melakukan produsen dengan biaya rendah karena strategi penambahan fasilitas pada produk masih baru akan diterapkan di Adira Finance.
Solusi dari kendala strategi penambahan fasilitas pada produk:
Melakukan riset dan penelitian tentang harga peralatan penunjang fasilitas tambahan dengan melakukan kerjasama dengan supplier yang memberikan harga yang kompetitif.   
D.    Isu-isu Sistem Informasi Manajemen (SIM)
Kendala-kendala yang mungkin akan terjadi
Adanya perubahan proses sistem informasi manajemen dari stategi lama ke strategi baru.
Solusi dari kendala strategi penambahan fasilitas pada produk:
Menambah teknisi dari ahli komputer. Dimana tugas dari teknisi komputer untuk menyatukan strategi baru dengan visi dan strategi lain yang masih digunakan di perusahaan Adira Finace.

8.        Rencana Evaluasi Adira Finance
Adira Finance akan menerapkan Balanced Scorecard dalam mengukur evaluasi kinerja organisasi yang menerapkan strategi pengembangan fasilitas pada kendaraan bermotor. Dalam mengukur balanced scorecard melalui empat persfektif yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, perspektif pertumbuhan dan pembelajaran.
1.         Perspektif Keuangan (Financial Perspective)
Dalam perspektif ini, Adira Finance mengukur kinerja keuangan dengan mengidentifikasi apakah strategi pengembangan fasilitas pada kendaraan bermotor, penerapannya, dan pelaksanaannya memberikan kontribusi pada peningkatan laba bersih atau profit. Sasaran strategi dari perspektif keuangan Adira Finance adalah dengan meningkatkan:
·      ROI  (Return on Investment)
ROI (Return on Investment) merupakan kemampuan investasi perusahaan dalam  menghasilkan laba bersih atau profit. ROI (Return on Investment) = Laba bersih dibagi dengan jumlah investasi.
·      ROA (Return on Asset)
ROA (Return on Asset) merupakan kemampuan asset perusahaan dalam menghasilkan laba bersih atau profit. ROA (Return on Asset) = Laba bersih dibagi dengan jumlah asset.
·      ROE (Return on Equity)
ROE (Return on Equity) merupakan kemampuan ekuitas perusahaan dalam menghasilkan laba bersih atau profit. ROE (Return on Equity) = Laba bersih dibagi dengan jumlah ekuitas.
2.         Perspektif Pelanggan (Customer Perspective)
Dalam perspektif pelanggan ini, Adira Finance mengidentifikasi bagaimana kondisi pelanggan mereka dan segmen pasar yang telah dipilih oleh perusahaan untuk bersaing dengan kompetitor mereka. Sasaran strategi dari perspektif pelanggan diantaranya adalah:
·      Customer Satisfaction, pengukuran terhadap tingkat kepuasan pelanggan ini dapat dilakukan dengan berbagai macam teknik diantaranya adalah: survey, interview melalui telepon, atau personal interview.
·      Pengukuran pangsa pasar, pengukuran terhadap besarnya pangsa pasar perusahaan mencerminkan proporsi bisnis dalam satu area bisnis tertentu yang diungkapkan dalam bentuk uang, jumlah pelanggan, atau unit volume yang terjual atas setiap unit produk yang terjual.
·      Customer Retention, pengukuran dapat dilakukan dengan mengetahui besarnya prosentase pertumbuhan bisnis dengan jumlah pelanggan yang saat ini dimiliki oleh perusahaaan.
3.         Perspektif Proses Usaha Internal (Internal Business Process Perspective)
Dalam perspektif ini, Adira Finance melakukan pengukuran terhadap semua aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan baik manajer maupun karyawan untuk menciptakan suatu produk yang dapat memberikan kepuasan tertentu bagi pelanggan dan juga para pemegang saham. Dalam hal ini Adira Finance berfokus pada proses penambahan fasilitas pada produk.
4.         Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan (Learn And Growth/Infrastructure Perspective)
Dalam perspektif ini, Adira Finace terus memperhatikan karyawannya, memantau kesejahteraan karyawan dan meningkatkan pengetahuan karyawan karena dengan meningkatnya tingkat pengetahuan karyawan akan meningkatkan pula kemampuan karyawan untuk berpartisipasi dalam pencapaian hasil ketiga perspektif di atas dan tujuan perusahaan.
Dalam Balanced Scorecard, keempat persektif tersebut menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Keempat perspektif tersebut juga merupakan indikator pengukuran kinerja yang saling melengkapi dan saling memiliki hubungan sebab akibat.



1 komentar:

  1. Salam kepada semua warga negara Indonesia, nama saya INDALH HARUM, TOLONG, saya ingin memberikan kesaksian hidup saya di sini di platform ini sehingga semua warga negara Indonesia berhati-hati dengan pemberi pinjaman di internet, Tuhan mendukung saya melalui ibu yang baik, LASSA JIM , Setelah beberapa waktu mencoba mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan, dan menolak, maka saya memutuskan untuk mendaftar melalui pinjaman online tetapi saya curang dan saya kehilangan lebih dari 50 juta rupiah dengan pemberi pinjaman yang berbeda karena saya mencari pinjaman (Rp800) setelah membayar biaya dan tidak mendapat pinjaman. Saya menjadi sangat putus asa dalam mendapatkan pinjaman, jadi Salam kepada semua warga negara Indonesia, nama saya INDALH HARUM, TOLONG, saya ingin memberikan kesaksian hidup saya di sini di platform ini sehingga semua warga negara Indonesia berhati-hati dengan pemberi pinjaman di internet, Tuhan mendukung saya melalui ibu yang baik, LASSA JIM, Setelah beberapa waktu mencoba mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan, dan menolak, jadi saya memutuskan untuk mendaftar melalui pinjaman online tetapi saya menipu dan kehilangan lebih dari 50 juta rupiah dengan Pemberi pinjaman karena saya mencari pinjaman (Rp800) setelah membayar biaya dan tidak mendapat pinjaman. Saya menjadi sangat putus asa dalam mendapatkan pinjaman, jadi saya berdiskusi dengan seorang teman saya, Harum kemudian memperkenalkan saya kepada Ny. LASSA JIM, seorang pemberi pinjaman di sebuah perusahaan bernama ACCESS LOAN FIRM sehingga teman saya meminta saya untuk melamar ibu LASSA, jadi saya mengumpulkan keberanian dan menghubungi Ms. LASSA.
    Saya mengajukan pinjaman 2 miliar rupiah dengan tingkat bunga 2%, sehingga pinjaman disetujui tanpa tekanan dan semua pengaturan dilakukan dengan transfer kredit, karena tidak memerlukan jaminan dan keamanan untuk transfer pinjaman yang baru saja saya katakan kepada dapatkan perjanjian lisensi, aplikasi mereka untuk mentransfer kredit saya dan dalam waktu kurang dari 48 jam pinjaman itu disetorkan ke rekening bank saya.
    Saya pikir itu hanya lelucon sampai saya menerima telepon dari bank saya bahwa akun saya dikreditkan dengan jumlah 2 miliar. Saya sangat senang bahwa Tuhan akhirnya menjawab doa saya dengan memesan pinjaman saya dengan pinjaman asli saya, yang memberi saya keinginan hati saya. mereka juga memiliki tim ahli yang akan memberi tahu Anda tentang jenis bisnis yang ingin Anda investasikan dan cara menginvestasikan uang Anda, sehingga Anda tidak akan pernah bangkrut lagi dalam hidup Anda. Semoga Tuhan memberkati Mrs. LASSA JIM untuk membuat hidup saya lebih mudah, jadi saya sarankan siapa pun yang tertarik mendapatkan pinjaman untuk menghubungi Mrs. LASSA melalui email: lassajimloancompany@gmail.com

    Anda juga dapat menghubungi nomor JIM ibu LASSA whatsApp +1(301)969-1955.

    Akhirnya, saya ingin berterima kasih kepada Anda semua karena telah meluangkan waktu untuk membaca kesaksian sejati hidup saya tentang kesuksesan saya dan saya berdoa agar Tuhan melakukan kehendak-Nya dalam hidup Anda. Sekali lagi nama saya adalah INDALH HARUM, Anda dapat menghubungi saya untuk informasi lebih lanjut melalui email saya: Indalhharum@gmail.com

    BalasHapus