Kamis, 05 November 2015

PERILAKU ORGANISASI: Sikap Nilai Kepuasan Kerja

Nilai

Nilai adalah sesuatu yang berharga, bermutu, menunjukkan kualitas, dan berguna bagi manusia. Nilai adalah kualitas atau keadaan yang bermanfaat bagi manusiabaik lahir maupun batin. Nilai menjadikan manusia terdorong untuk melakukan tindakan agar harapan itu terwujud dalam kehidupannya. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia. Contoh nilai: keindahan, keadilan, kemanusiaan, kearifan, kesejahteraan dan lain-lain.'

Menurut Bambang Daroeso (1986) sifat-sifat nilai adalah sebagai berikut:
a. Nilai itu suatu realitas abstrak dan ada dalam kehidupan manusia.
Misalnya: kejujuran adalah nilai, tetapi kita tidak bisa mengindra kejujuran itu. Yang dapat kita indra adalah kejujuran itu.
b. Nilai memiliki sifat normatif yaitu mengandung harapan, cita-cita, dan suatu keharusan.
Misalnya: nilai keadilan, semua orang berharap dan mendapatkan dan berperilaku yang mencerminkan nilai keadilan.
c. Nilai berfungsi sebagai daya dorong/motivator dan manusia adalah pendukung nilai. Manusia bertindak berdasar dan didorong oleh nilai yang diyakininya. Misalnya, nilai ketakwaan. Adanya nilai ini menjadikan semua orang terdorong untuk bisa mencapai derajat ketakwaan.

Dalam filsafat, nilai dibedakan dalam tiga macam, yaitu:
a.    Nilai logika (nilai benar salah)
Misalnya: Jika seorang siswa dapat menjawab suatu pertanyaan, ia benar secara logika. Apabila ia keliru dalam menjawab, kita katakan salah.
b. Nilai estetika (nilai indah tidak indah)
Misalnya: Seseorang akan merasa senang dengan melihat sebuah lukisan yang menurutnya sangat indah, tetapi orang lain mungkin tidak suka dengan lukisan itu (nilai estetika bersifat subjektif pada diri yang bersangkutan).
c.    Nilai etika/moral (nilai baik buruk)
Etika berkaitan dengan nilai-nilai, tata cara hidup yang baik, aturan hidup yang baik, dan segala kebiasaan yang dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang yang lain. Contoh: turan dalam lingkungan publik seperti aturan mengunjungi pasien di rumah sakit sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh rumah sakit.
Moral untuk mengarahkan, mengendalikan, dan menentukan kelakuan seseorang, karena nilai dijadikan standar perilaku. Contoh: berilah kepada orang lain apa yang menjadi haknya.

Macam-macam nilai menurut Prof. Dr. Notonagoro adalah sebagai berikut:
a.    Nilai material adalah segala sesuatu yang berguna bagi unsur manusia. Contoh : makan, minum, pakaian, emas dan segala sesuatu yang berguna bagi manusia karena materi tersebut bernilai.
b.    Nilai vital adalah segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengandalkan kegiatan atau aktivitas . Contoh:
-       Kompor mempunyai nilai tertentu karena digunakan untuk memasak.
Jika kompor itu rusak maka menjadi tidak bernilai karena tidak dapat digunakan.
-       Kalkulator bagi bendahara
-       Buku paket bagi siswa saat belajar
-       Motor bagi tukang ojek
c.    Nilai kerohanian adalah segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia.
Nilai kerohanian dibedakan atas empat Macam :
-       Nilai Kebenaran/kenyataan/ilmu pengetahuan yakni bersumber dari unsur akal manusia (rasio, budi, cipta). Contoh: bumi itu bulat, matahari adalah pusat tata surya.
-       Nilai Keindahan yakni bersumber dari unsur rasa manusia (perasaan, estetika). Contohnya: tari-tarian.
-       Nilai Moral/kebaikan yakni bersumber dari unsur kehendak atau kemauan (karsa, etika).
-       Nilai Regius yakni merupakan nilai ketuhanan, kerohanian yang tinggi, dan mutlak yang bersumber dari keyakinan atau kepercayaan manusia. Contoh: ritual-ritual keagamaan.

Sikap

Sikap adalah keadaan diri dalam manusia yang menggerakkan untuk bertindak atau berbuat dalam kegiatan sosial dengan perasaan tertentu di dalam menanggapi obyek situasi atau kondisi di lingkungan sekitarnya. Selain itu sikap juga memberikan kesiapan untuk merespon yang sifatnya positif atau negatif terhadap obyek atau situasi.
Proses belajar sosial terbentuk dari interaksi sosial. Dalam interaksi sosial, individu membentuk pola sikap tertentu terhadap berbagai objek psikologis yang dihadapinya. Diantara berbagai faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap adalah:
a.    Pengalaman pribadi. Dalam situasi yang melibatkan emosi, penghayatan akan pengalaman akan lebih mendalam dan lebih lama berbekas.
b.    Kebudayaan. Menekankan pengaruh lingkungan (termasuk kebudayaan) dalam membentuk kepribadian seseorang.
c.    Orang yang dianggap penting. Pada umumnya, individu bersikap konformis atau searah dengan sikap orang orang yang dianggapnya penting. Kecenderungan ini antara lain dimotivasi oleh keinginan untuk berafiliasi dan keinginan untuk menghindari konflik dengan orang yang dianggap penting tersebut.
d.   Media massa. Sebagai sarana komunikasi, berbagai media massa seperti televisi, radio, mempunyai pengaruh besar dalam pembentukan opini dan kepercayaan orang. Adanya informasi baru mengenai sesuatu hal memberikan landasan kognitif baru bagi terbentuknya sikap terhadap hal tersebut.
e.    Institusi pendidikan dan agama. Pemahaman akan baik dan buruk, garis pemisah antara sesuatu yang boleh dan tidak boleh dilakukan, diperoleh dari pendidikan dan dari pusat keagamaan serta ajaran-ajarannya.
f.     Faktor emosi dalam diri. Kadang-kadang, suatu bentuk sikap merupakan pernyataan yang didasari oleh emosi yang berfungsi sebagai semacam penyaluran frustasi atau pengalihan bentuk mekanisme pertahanan ego. Sikap demikian bersifat sementara dan segera berlalu begitu frustasi telah hilang akan tetapi dapat pula merupakan sikap yang lebih persisten dan lebih tahan lama. Contohnya bentuk sikap yang didasari oleh faktor emosional adalah prasangka.

Komponen sikap menurut Azwar (2005) adalah:
a.    Kognitif 
Kognitif terbentuk dari pengetahuan dan informasi yang diterima yang selanjutnya diproses menghasilkan suatu keputusan untuk bertindak.
b.    Afektif
Menyangkut masalah emosional subyektif sosial terhadap suatu obyek, secara umum  komponen ini disamakan dengan perasaan yang dimiliki terhadap suatu obyek.
c.    Konatif
Menunjukkan bagaimana perilaku atau kecenderungan berperilaku yang ada dalam  diri seseorang berkaitan dengan obyek sikap yang dihadapinya.

Tingkatan sikap menutut Notoatmodjo (2003) teridiri dari:
a.    Menerima (receiving)
Menerima diartikan bahwa orang (subyek) mau dan memperhatikan stimulus yang diberikan (obyek).
b.    Merespon (responding)
Memberikan jawaban apabila ditanya, mengerjakan sesuatu dan menyelesaikan tugas yang diberikan adalah suatu indikasi dari sikap.
c.    Menghargai (valuting)
Mengajak orang lain untuk mengerjakan/mendiskusikan suatu masalah adalah suatu indikasi sikap.
d.   Bertanggung jawab (responsile)
Bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah dipilihnya dengan segala resiko adalah merupakan sikap yang paling tinggi.

Macam sikap menurut Heri Purwanto (1998) yaitu:

a.    Sikap positif, kecenderungan tindakan adalah mendekati, menyenangi dan mengharapkan obyek tertentu. Faktor untuk menambah sikap positif: antusiasme, spiritual, impian. Manfaat sikap positif diantaranya:
-       Meningkatkan produktifitas : rajin
-       Membantu perkembangan kelompok kerja : teladan
-       Membantu pemecahan masalah : optimis, kerja keras
-       Meningkatkan kualitas : cermat, berpikir ke depan
-       Menjamin kesetiaan : jujur
-       Mengurangi ketegangan : sopan, tenang, sabar
-       Mendorong orang lain meningkatkan kontribusinya

Contoh sikap positif diantaranya:


-       Disiplin
-       Suka bekerja keras
-       Ulet
-       Jujur
-       Setia kawan
-       Kekeluargaan
-       Rela berkorban
-       Selalu menyelesaikan tanggung jawab
-       Penolong
-       Berani membela kebenaran
-       Memiliki toleransi yang tinggi
-       Hemat
-       Gemar menabung
-       Hidup sederhana
-       Bertakwa terhadap Tuhan yang Maha Esa
-       Selalu memohon pertolongan Tuhan

b. Sikap negatif, terdapat kecenderungan untuk menjauhi, menghindari, membenci dan tidak menyukai obyek tertentu. Kerugian sikap negatif diantaranya:
-       Menurunkan produktivitas
-       Menghambat perkembangan kelompok kerja
-       Menghambat pemecahan masalah
-       Menurunkan kualitas
-       Menghilangkan kesetiaan
-       Menghambat pengembangan hubungan antar manusia
-       Menimbulkan ketegangan
Contoh sikap negatif diantaranya:


-       Kemalasan
-       Merasa paling berkuasa
-       Emosional
-       Suka memaksakan kehendak
-       Ceroboh
-       Tidak tertib
-       Tidak disiplin
-       Rendah diri
-       Cemburu
-       Pemalu
-       Boros
-       Bergaya hidup mewah
-       Tidak bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa


Kepuasan Kerja
Kepuasan kerja adalah bentuk perasaan dan ekspresi seseorang ketika dia mampu/tidak mampu memenuhi harapan dari proses kerja dan kinerjanya. Timbul dari proses transformasi emosi dan pikiran dirinya yang melahirkan sikap atau nilai terhadap sesuatu yang dikerjakan dan diperolehnya.
Faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja menurut Levi (2002) diantaranya:
a.    Pekerjaan itu sendiri (Work It self), Setiap pekerjaan memerlukan suatu keterampilan tertentu sesuai dengan bidang nya masing-masing. Sukar tidaknya suatu pekerjaan serta perasaan seseorang bahwa keahliannya dibutuhkan dalam melakukan pekerjaan tersebut, akan meningkatkan atau mengurangi kepuasan kerja.
b.    Atasan (Supervision), Atasan yang baik berarti mau menghargai pekerjaan bawahannya. Bagi bawahan, atasan bisa dianggap sebagai figur ayah/ibu/teman dan sekaligus atasannya.
c.    Teman sekerja (Workers), Merupakan faktor yang berhubungan dengan hubungan antara pegawai dengan atasannya dan dengan pegawai lain, baik yang sama maupun yang berbeda jenis pekerjaannya.
d.   Promosi (Promotion), Merupakan faktor yang berhubungan dengan ada tidaknya kesempatan untuk memperoleh peningkatan karier selama bekerja.
e.    Gaji/Upah (Pay), Merupakan faktor pemenuhan kebutuhan hidup pegawai yang dianggap layak atau tidak.

Aspek-aspek lain yang terdapat dalam kepuasan kerja :
a.    Kerja yang secara mental menantang
b.    Berat-ringannya pekerjaan
c.    Balas jasa yang adil dan layak
d.   Kondisi kerja yang mendukung
e.    Rekan kerja yang mendukung
f.     Kesesuaian kepribadian dengan pekerjaan
g.    Peralatan uang menunjang pelaksanaan pekerjaan
h.    Sifat pekerjan (monoton/tidak)
i.      Suasana dan lingkungan pekerjaan

Dalam suatu organisasi ketidakpuasan kerja dapat ditunjukan melalui berbagai cara, Robins and Judge (2009)   menerangkan ada 4 respon yang berbeda satu sama lain dalam 2 dimensi yaitu konstruktif/destruktif dan aktif/pasif. Sebagai berikut:
a.    Exit , Ketidakpuasan ditunjukkan melalui perilaku diarahkan pada meninggalkan organisasi, termasuk mencari posisi baru atau mengundurkan diri.
b.    Voice, Ketidakpuasan ditunjukkan melalui usaha secara aktif dan konstruktif untuk memperbaiki keadaan, termasuk menyarankan perbaikan, mendiskusikan masalah dengan atasan, dan berbagai bentuk aktivitas perserikatan.
c.    Loyalty, Ketidakpuasan ditunjukkan secara pasif, tetapi optimistik dengan menunggu kondisi untuk memperbaiki, terma­suk dengan berbicara bagi organisasi dihadapan kritik eksternal dan mempercayai organisasi dan manajemen melakukan hal yang benar.
d.   Neglect,  Ketidakpuasan ditunjukkan melalui tindakan secara pasif membiarkan kondisi semakin buruk, termasuk kemangkiran atau keterlambatan secara kronis, mengurangi usaha, dan meningkatkan tingkat kesalahan.
Menurut Kreitner dan Kinicki (2005) terdapat lima faktor yang dapat mempengaruhi timbulnya kepuasan  yaitu:
a.    Need fulfillment (pemenuhan kebutuhan).
Model ini mengajukan bahwa kepuasan ditentukan  tingkatan karakteristik pekerjaan yang  memungkinkan kesempatan pada individu untuk memenuhi kebutuhannya.
b. Discrepancies (perbedaan).
Model ini menyatakan bahwa kepuasan merupakan suatu hasil memenuhi harapan. Pemenuhan harapan mencerminkan perbedaan antara apa yang diharapkan dan yang diperoleh individu dari pekerjaan. Apabila harapan lebih besar daripada apa yang diterima, orang akan tidak puas. Sebaliknya  diperkirakan individu akan puas apabila mereka menerima manfaat diatas harapan.
c. Value attainment (pencapaian nilai).
Gagasan value attainment adalah bahwa kepuasan meru­pakan hasil dari persepsi pekerjaan memberikan peme­nuhan nilai kerja individual yang penting.
d. Equity (keadilan).
Dalam model ini dimaksudkan bahwa kepuasan meru­pakan fungsi dari seberapa adil individu diperlakukan di tempat kerja. Kepuasan merupakan hasil dari persepsi orang bahwa perbandingan antara hasil kerja dan inputnya relatif lebih menguntungkan dibandingkan dengan perbandingan antara keluaran dan masukkan pekerjaan lainnya.
e.    Dispositional/genetic components (komponen genetik).  
Beberapa rekan kerja atau teman tampak puas terhadap variasi lingkungan kerja, sedangkan lainnya kelihatan tidak puas. Model ini didasarkan pada keyakinan bahwa kepuasan kerja sebagian merupakan fungsi sifat pribadi dan faktor genetik. Model menyiratkan perbedaan indi­vidu hanya mempunyai arti penting untuk menjelaskan kepuasan kerja seperti halnya karakteristik lingkungan pekerjaan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar