Rabu, 04 November 2015

Tentang Balanced Scorecard

1.  Pengertian Balanced Scorecard

- Mulyadi (Sarjono, 2007) mengatakan bahwa  definisi Balanced Scorecard merupakan contemporary management tool yang digunakan untuk mendongkrak kemampuan organisasi dalam melipat gandakan kinerja keuangan.
-   Kaplan dan Norton (Sarjono, 2007) mengatakan bahwa  definisi Balanced Scorecard adalah suatu kerangka kerja baru untuk mengintergrasikan berbagai ukuran yang diturunkan dari strategi perusahaan. Balanced Scorecard mencakup berbagai aktivitas penciptaan nilai yang dihasilkan oleh para partisipan perusahaan yang memiliki kemampuan motivasi tinggi. Sementara tetap memperhatikan kinerja jangka pendek, yaitu melalui perspektif finansial, Balanced Scorecard dengan jelas mengungkapkan berbagai hal yang menjadi pendorong tercapainya kinerjanya dan kompetitif jangka panjang yang superior. 
-      Luis dan Biromo (Gultom, 2009) mengatakan bahwa definisi Balanced Scorecard adalah suatu alat manajemen kinerja (performance management tool) yang dapat membantu organisasi untuk menerjemahkan visi dan strategi ke dalam aksi dengan memanfaatkan sekumpulan indikator finansial dan non-finansial yang kesemuanya terjalin dalam hubungan sebab akibat.

2.  Manfaat Balanced Scorecard

Adapun manfaat Balanced Scorecard (BSC) bagi organisasi atau perusahaan menurut  Kaplan dan Norton (Gultom, 2009), antara lain :
  1. Mengklarifikasikan dan mengkomunikasikan strategi keseluruh organisasi.
  2. Menyelaraskan sasaran departemen dan individu dengan strategi organisasi.
  3. Mengkaitkan sasaran strategis dengan target jangka panjang dan anggaran tahunan,
  4. Mengidentifikasikan dan menyelaraskan inisiatif strategi,
  5. Melaksanakan peninjauan strategi secara periodik,
  6. Mendapatkan umpan balik yang dibutuhkan untuk memperbaiki strategi.

3.  Elemen-elemen Balanced Scorecard
Balanced Scorecard (BSC) mempunyai elemen-elemen utama sebagai pembangun sistem tersebut yaitu :
  • Perspektif . BSC menggambarkan strategi dan manajemen kinerja dari beberapa perspektif utama yaitu Keuangan, Pelanggan, Proses, dan Pembelajaran dan Pertumbuhan.
  • Sasaran dan Ukuran . Sasaran merupakan hasil umum yang diharapkan, sedangkan ukuran adalah indikator-indikator bagaimana bisnis dilaksanakan berhubungan dengan sasaran yang ditetapkan.
  • Inisiatif . Inisiatif merupakan proses atau aktifitas yang diperuntukan untuk mencapai satu sasaran atau lebih. Aktifitas ini akan merubah satu ukuran menuju nilai target yang sudah ditetapkan.
  • Strategy Maps . Memetakan strategi merupakan cara yang sangat penting untuk mengevaluasi dan menjadikan perspektif, sasaran dan ukuran saling terhubung satu sama lain.
Oleh karena itu Balanced Scorecard (BSC) merupakan langkah strategis bagi setiap perusahaan untuk mampu menselaraskan visi, strategi kedalam sasaran-sasaran dan ukuran-ukuran perusahaan / organisasi. PROACTIVE merupakan sistem Balanced Scorecard untuk mendukung penerapannya di lingkungan perusahaan secara sistematik dan terintegrasi.

PROACTIVE merupakan sistem balanced scorecard (BSC) secara terintegrasi yang dirancang untuk mendukung penerapan manajemen strategik berdasarkan BSC di lingkungan perusahaan secara lebih terstruktur dan sistematik. Dibawah ini beberapa fitur utama:
  1. Vision and Strategy . BSC memerlukan informasi atau pernyataan yang jelas terhadap visi, misi, dan strategi yang diterapkan dalam lingkungan perusahaan. Dan pernyataan ini menjadi acuan seluruh bagian perusahaan. Disamping hal tersebut, fitur ini memberikan jumlah perspektif yang lebih dari 4, tetapi sampai 16 perspektif.
  2. Team Management . Balanced Scorecard (BSC) memerlukan tim yang baik serta tanggung jawabnya. Modul ini untuk mengelola anggota tim yang terlibat dalam penerapan Balanced Scorecard (BSC) di lingkungan perusahaan.
  3. Organization Structure . Balanced Scorecard (BSC) tidak hanya diterapkan di puncak perusahaan saja, tetapi juga dapat diterapkan di bagian-bagian yang lebih kecil, seperti departmen atau divisi. PROACTIVE memberikan keleluasaan penerapan BSC secara menyeluruh di lingkungan perusahaan.
  4. Objectives and Meaures . Tujuan dan ukuran (key performance indicator – KPI) merupakan bagian BSC yang sangat penting untuk memperlihatkan pencapaian visi dan strategi dari perusahaan. PROACTIVE memberikan kemudahaan dari pengelolaan tujuan (objective) dan ukuran (measure), dan juga relasi-relasi diantara tujuan-tujuan dan ukuran-ukuran yang ada. Termasuk juga Strategic Maps dari BSC yang dibangun.
  5. Initiative Management . Balanced Scorecard memerlukan pengelolaan inisiatif atau program yang dilakukan perusahaan untuk mencapai tujuan dan ukuran yang sudah ditetapkannya.
  6. Components-Relation Visualization . Pada fitur ini memperlihatkan relasi-relasi diantara komponen-komponen BSC, sehingga dapat diketahui hubungan satu sama lain dengan baik, seperti strategi-tujuan, pespectif-ukuran.
  7. Measure Chart. Pada fitur ini memperlihatkan tampilan data melalui chart atau graphik, sehingga akan memudahkan dalam proses pengambilan keputusan dan juga penyusun inisiatifnya.
  8. Collaboration Management . Pada fitur ini memungkinkan bagi anggota team BSC untuk melakukan komunikasi dengan mengirimkan pesan. Dan juga memungkinkan memberikan feedback terhadap hal-hal yang berhubungan dengan BSC.
  9. Security dan Keanggotaan . Fitur ini menyediakan mekanisme proteksi seperti username dan password ketika user akan mempergunakan sistem. Fitur ini memberikan alat untuk mengontrol user akses database.
4.        Keunggulan Balanced Scorecard adalah sebagai berikut:

1. 
Komprehensif
Sebelum konsep balanced scorecard lahir, perusahaan beranggapan bahwa perspektif keuangan adalah perspektif yang paling tepat untuk mengukur kinerja perusahaan. Setelah balanced scorecard berhasil diterapkan, para eksekutif perusahaan baru menyadari bahwa perspektif keuangan sesungguhnya merupakan hasil dari 3 perspektif lainnya yaitu customer, proses bisnis, dan pembelajaran pertumbuhan. Pengukuran yang lebih holistic, luas dan menyeluruh (komprehensif) ini berdampak bagi perusahaan untuk lebih bijak dalam memilih strategi korporat dan memampukan perusahaan untuk memasuki arena bisnis yang kompleks.

2.  Koheran
Di dalam balanced scorecard dikenal dengan istilah hubungan sebab akibat (causal relationship) . Setiap perspektif (Keuangan, costumer, proses bisnis, dan pembelajaran-pertumbuhan) mempunyai suatu sasaran strategik (strategic objective) yang mungkin jumlahnya lebih dari satu. Definisi dari sasaran strategik adalah keadaan atau kondisi yang akan diwujudkan di masa yang akan datang yang merupakan penjabaran dari tujuan perusahaan. Sasaran strategik untuk setiap perspektif harus dapat dijelaskan hubungan sebab akibatnya, sebagai contoh pertumbuhan Return on investmen (ROI) ditentukan oleh meningkatnya kualitas pelayanan kepada customer, pelayanan kepada customer bisa ditingkatkan karena perusahaan menerapkan teknologi informasi yang tepat guna. dan keberhasilan penerapan teknologi informasi didukung oleh kompetensi dan komitmen dari karyawan. Hubungan sebab akibat ini disebut koheren, kalo disimpulkan semua sasaran strategik yang terjadi di perusahaan harus bisa dijelaskan. Sebagai contoh mengapa loyalitas customer menurun, mengapa produk perusahaan menurun, mengapa komitmen karyawan menurun dan sebagainya

3.  Seimbang
Keseimbangan sasaran strategik yang dihasilkan dalam 4 perspektif meliputi Jangka pendek dan panjang yang berfokus pada faktor internal dan eksternal. Keseimbangan dalam balanced scorecard juga tercermin dengan selarasnya scorecard personal staff dengan scorecard perusahaan sehingga setiap personal yang ada di dalam perusahaan bertanggungjawab untuk memajukan perusahaan.

4.  Terukur
Dasar pemikiran bahwa setiap perspektif dapat diukur adalah adanya kenyakinan bahwa ‘if we can measure it, we can manage it, if we can manage it, we can achieve it’. Sasaran strategik yang sulit diukur seperti pada perspektif customer, proses bisnis/ intern serta pembelajaran dan pertumbuhan dengan menggunakan balanced scorecard dapat dikelola sehingga dapat diwujudkan.

Contoh pengukuran Balance Scorecard untuk manajemen lingkungan perusahaan:

Perspektif pengukuran
Lagging
Leading
Financial:
F1 = Profit meningkat
F2 = ROI meningkat
- Revenue tumbuh
- ROI meningkat

--
- Biaya produksi turun

Customer:
C1 = Meningkatkan kepuasan
pelanggan lewat fitur lingkungan (aman, hemat energi, kuat, tahan lama)
C2 = Meningkatkan loyalty pelanggan lewat after sales service



- Penjualan produk lingkungan meningkat (segmen lingkungan terukur)
- Kesetiaan pelanggan


- Kedalaman hubungan (pemasar vs pelanggan)
- Survay pelanggan

Internal:
I1 = Disain produk yang inovatif (aman, hemat, kuat, tahan lama)
I2 = Perbaikan proses : efisiensi + efektifitas
I3 = Responsive service
I4 = Mengerti pelanggan
I5 = Pemasaran tahu dan mengerti fitur lingkungan

- Jumlah disain yang tawarkan fitur lingkungan
- Tingkat kecacatan menurun
- Minta waktu isi kesan dan pesan dari pelanggan
--
- Menguji pengetahuan fitur lingkungan di tenaga pemasaran




- Anggaran R& D bagi inovasi produk lingkungan meningkat
- Intensitas perangkat kualitas yang dipakai
- Metoda efisiensi atau kualitas
- Jumlah intensitas kontak lanjut dengan pelanggan
--
- Pelatihan fitur lingkungan

Learning:
L1 = Pelatihan organisasional (pemasaran, produksi, lingkungan)
L2 =  Sistem informasi akurat
L3 =  Prosedur menjamin kepuasan karyawan dan penghargaan

- Pemasaran > mengerti produk
- Produksi > efisiensi
- Lingkungan > efisiensi
--
- Produktifitas dan keluhan karyawan

--
- Jumlah metoda kualitas yang dipakai
- Jumlah metoda kualitas yang dipakai
- informasi strategis
- penghargaan terkait produktifitas


Tidak ada komentar:

Posting Komentar