1. Pengertian Balanced Scorecard
- Mulyadi (Sarjono, 2007) mengatakan
bahwa definisi Balanced Scorecard merupakan contemporary management tool yang
digunakan untuk mendongkrak kemampuan organisasi dalam melipat gandakan kinerja
keuangan.
- Kaplan dan Norton (Sarjono, 2007) mengatakan
bahwa definisi Balanced Scorecard adalah suatu kerangka kerja baru untuk
mengintergrasikan berbagai ukuran yang diturunkan dari strategi perusahaan.
Balanced Scorecard mencakup berbagai aktivitas penciptaan nilai yang dihasilkan
oleh para partisipan perusahaan yang memiliki kemampuan motivasi tinggi.
Sementara tetap memperhatikan kinerja jangka pendek, yaitu melalui perspektif
finansial, Balanced Scorecard dengan jelas mengungkapkan berbagai hal yang
menjadi pendorong tercapainya kinerjanya dan kompetitif jangka panjang yang
superior.
- Luis dan Biromo (Gultom, 2009) mengatakan
bahwa definisi Balanced
Scorecard adalah suatu alat manajemen kinerja (performance management tool)
yang dapat membantu organisasi untuk menerjemahkan visi dan strategi ke dalam
aksi dengan memanfaatkan sekumpulan indikator finansial dan non-finansial yang
kesemuanya terjalin dalam hubungan sebab akibat.
2. Manfaat Balanced Scorecard
Adapun
manfaat Balanced
Scorecard (BSC) bagi organisasi atau perusahaan menurut Kaplan dan
Norton (Gultom, 2009), antara lain :
- Mengklarifikasikan
dan mengkomunikasikan strategi keseluruh organisasi.
- Menyelaraskan
sasaran departemen dan individu dengan strategi organisasi.
- Mengkaitkan
sasaran strategis dengan target jangka panjang dan anggaran tahunan,
- Mengidentifikasikan
dan menyelaraskan inisiatif strategi,
- Melaksanakan
peninjauan strategi secara periodik,
- Mendapatkan
umpan balik yang dibutuhkan untuk memperbaiki strategi.
3. Elemen-elemen Balanced Scorecard
Balanced
Scorecard (BSC) mempunyai elemen-elemen utama sebagai pembangun sistem tersebut
yaitu :
- Perspektif
. BSC menggambarkan strategi dan manajemen
kinerja dari beberapa perspektif utama yaitu Keuangan, Pelanggan, Proses,
dan Pembelajaran dan Pertumbuhan.
- Sasaran
dan Ukuran . Sasaran merupakan hasil umum yang diharapkan,
sedangkan ukuran adalah indikator-indikator bagaimana bisnis dilaksanakan
berhubungan dengan sasaran yang ditetapkan.
- Inisiatif
. Inisiatif merupakan proses atau aktifitas yang
diperuntukan untuk mencapai satu sasaran atau lebih. Aktifitas ini akan
merubah satu ukuran menuju nilai target yang sudah ditetapkan.
- Strategy
Maps . Memetakan strategi merupakan cara yang sangat
penting untuk mengevaluasi dan menjadikan perspektif, sasaran dan ukuran
saling terhubung satu sama lain.
Oleh karena
itu Balanced Scorecard (BSC) merupakan langkah strategis bagi setiap perusahaan
untuk mampu menselaraskan visi, strategi kedalam sasaran-sasaran dan
ukuran-ukuran perusahaan / organisasi. PROACTIVE merupakan sistem
Balanced Scorecard untuk mendukung penerapannya di lingkungan perusahaan secara
sistematik dan terintegrasi.
PROACTIVE merupakan
sistem balanced scorecard (BSC) secara terintegrasi yang dirancang untuk
mendukung penerapan manajemen strategik berdasarkan BSC di lingkungan
perusahaan secara lebih terstruktur dan sistematik. Dibawah ini beberapa fitur
utama:
- Vision
and Strategy . BSC memerlukan informasi atau pernyataan yang
jelas terhadap visi, misi, dan strategi yang diterapkan dalam lingkungan
perusahaan. Dan pernyataan ini menjadi acuan seluruh bagian perusahaan.
Disamping hal tersebut, fitur ini memberikan jumlah perspektif yang lebih
dari 4, tetapi sampai 16 perspektif.
- Team
Management . Balanced Scorecard (BSC) memerlukan tim yang
baik serta tanggung jawabnya. Modul ini untuk mengelola anggota tim yang
terlibat dalam penerapan Balanced Scorecard (BSC) di lingkungan
perusahaan.
- Organization
Structure . Balanced Scorecard (BSC) tidak hanya diterapkan
di puncak perusahaan saja, tetapi juga dapat diterapkan di bagian-bagian
yang lebih kecil, seperti departmen atau divisi. PROACTIVE memberikan
keleluasaan penerapan BSC secara menyeluruh di lingkungan perusahaan.
- Objectives
and Meaures . Tujuan dan ukuran (key performance indicator –
KPI) merupakan bagian BSC yang sangat penting untuk memperlihatkan
pencapaian visi dan strategi dari perusahaan. PROACTIVE memberikan
kemudahaan dari pengelolaan tujuan (objective) dan ukuran (measure), dan
juga relasi-relasi diantara tujuan-tujuan dan ukuran-ukuran yang ada.
Termasuk juga Strategic Maps dari BSC yang dibangun.
- Initiative
Management . Balanced Scorecard memerlukan pengelolaan
inisiatif atau program yang dilakukan perusahaan untuk mencapai tujuan dan
ukuran yang sudah ditetapkannya.
- Components-Relation
Visualization . Pada fitur ini memperlihatkan relasi-relasi
diantara komponen-komponen BSC, sehingga dapat diketahui hubungan satu
sama lain dengan baik, seperti strategi-tujuan, pespectif-ukuran.
- Measure
Chart. Pada fitur ini memperlihatkan tampilan data
melalui chart atau graphik, sehingga akan memudahkan dalam proses
pengambilan keputusan dan juga penyusun inisiatifnya.
- Collaboration
Management . Pada fitur ini memungkinkan bagi anggota team
BSC untuk melakukan komunikasi dengan mengirimkan pesan. Dan juga
memungkinkan memberikan feedback terhadap hal-hal yang berhubungan dengan
BSC.
- Security
dan Keanggotaan . Fitur ini menyediakan mekanisme proteksi
seperti username dan password ketika user akan mempergunakan sistem. Fitur
ini memberikan alat untuk mengontrol user akses database.
4.
Keunggulan
Balanced Scorecard adalah sebagai berikut:
1. Komprehensif
1. Komprehensif
Sebelum konsep balanced scorecard lahir, perusahaan
beranggapan bahwa perspektif keuangan adalah perspektif yang paling tepat untuk
mengukur kinerja perusahaan. Setelah balanced scorecard berhasil diterapkan,
para eksekutif perusahaan baru menyadari bahwa perspektif keuangan sesungguhnya
merupakan hasil dari 3 perspektif lainnya yaitu customer, proses bisnis, dan
pembelajaran pertumbuhan. Pengukuran yang lebih holistic, luas dan menyeluruh
(komprehensif) ini berdampak bagi perusahaan untuk lebih bijak dalam memilih
strategi korporat dan memampukan perusahaan untuk memasuki arena bisnis yang kompleks.
2.
Koheran
Di
dalam balanced scorecard dikenal dengan istilah hubungan sebab akibat (causal
relationship) . Setiap perspektif (Keuangan, costumer, proses bisnis, dan
pembelajaran-pertumbuhan) mempunyai suatu sasaran strategik (strategic
objective) yang mungkin jumlahnya lebih dari satu. Definisi dari sasaran
strategik adalah keadaan atau kondisi yang akan diwujudkan di masa yang akan
datang yang merupakan penjabaran dari tujuan perusahaan. Sasaran strategik
untuk setiap perspektif harus dapat dijelaskan hubungan sebab akibatnya,
sebagai contoh pertumbuhan Return on investmen (ROI) ditentukan oleh
meningkatnya kualitas pelayanan kepada customer, pelayanan kepada customer bisa
ditingkatkan karena perusahaan menerapkan teknologi informasi yang tepat guna.
dan keberhasilan penerapan teknologi informasi didukung oleh kompetensi dan
komitmen dari karyawan. Hubungan sebab akibat ini disebut koheren, kalo
disimpulkan semua sasaran strategik yang terjadi di perusahaan harus bisa
dijelaskan. Sebagai contoh mengapa loyalitas customer menurun, mengapa produk
perusahaan menurun, mengapa komitmen karyawan menurun dan sebagainya
3. Seimbang
Keseimbangan
sasaran strategik yang dihasilkan dalam 4 perspektif meliputi Jangka pendek dan
panjang yang berfokus pada faktor internal dan eksternal. Keseimbangan dalam
balanced scorecard juga tercermin dengan selarasnya scorecard personal staff
dengan scorecard perusahaan sehingga setiap personal yang ada di dalam
perusahaan bertanggungjawab untuk memajukan perusahaan.
4.
Terukur
Dasar
pemikiran bahwa setiap perspektif dapat diukur adalah adanya kenyakinan bahwa
‘if we can measure it, we can manage it, if we can manage it, we can achieve
it’. Sasaran strategik yang sulit diukur seperti pada perspektif customer,
proses bisnis/ intern serta pembelajaran dan pertumbuhan dengan menggunakan
balanced scorecard dapat dikelola sehingga dapat diwujudkan.
Contoh
pengukuran Balance Scorecard untuk manajemen lingkungan perusahaan:
Perspektif pengukuran
|
Lagging
|
Leading
|
Financial:
F1 = Profit meningkat
|
- Revenue tumbuh
- ROI
meningkat
|
--
- Biaya
produksi turun
|
Customer:
C1 = Meningkatkan kepuasan
pelanggan
lewat fitur lingkungan (aman, hemat energi, kuat, tahan lama)
|
- Penjualan produk lingkungan meningkat (segmen
lingkungan terukur)
- Kesetiaan
pelanggan
|
- Kedalaman hubungan (pemasar vs pelanggan)
- Survay
pelanggan
|
Internal:
I1 = Disain produk yang inovatif (aman,
hemat, kuat, tahan lama)
I2 = Perbaikan proses : efisiensi + efektifitas
I3 = Responsive service
I4 = Mengerti pelanggan
|
- Jumlah disain yang tawarkan fitur lingkungan
- Tingkat kecacatan menurun
- Minta waktu isi kesan dan pesan dari pelanggan
--
- Menguji pengetahuan fitur lingkungan di tenaga pemasaran
|
- Anggaran R& D bagi inovasi produk lingkungan
meningkat
- Intensitas perangkat kualitas yang dipakai
- Metoda efisiensi atau kualitas
- Jumlah intensitas kontak lanjut dengan pelanggan
--
- Pelatihan
fitur lingkungan
|
Learning:
L1 = Pelatihan organisasional (pemasaran,
produksi, lingkungan)
L2 = Sistem
informasi akurat
L3 =
Prosedur menjamin kepuasan karyawan dan penghargaan
|
- Pemasaran > mengerti produk
- Produksi > efisiensi
- Lingkungan > efisiensi
--
- Produktifitas dan keluhan karyawan
|
--
- Jumlah metoda kualitas yang dipakai
- Jumlah metoda kualitas yang dipakai
- informasi strategis
- penghargaan
terkait produktifitas
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar