A. JUDUL
Judul dalam pelaksanaan program kewirausahaan ini adalah "Pemanfaatan Limbah Pelepah Pisang Menjadi Kerajinan Tempat Kado Sebagai Peluang Usaha Meningkatkan Penghasilan Masyarakat."
B. LATAR BELAKANG MASALAH
Pisang adalah salah satu tanaman yang mudah ditemukan di mana saja. Di samping untuk konsumsi segar, pisang di Indonesia juga dimanfaatkan sebagai bahan baku industri olahan pisang seperti industri: kripik, sale dan tepung pisang. Pisang banyak mengandung vitamin dan mineral esensial yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Sedangkan daun juga sering dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pembungkus makanan, alas makanan, dan sebagainya.
Setelah pohon tidak berbuah lagi, pohon pisang atau pelepah pisang cenderung tidak dimanfaatkan. Pada umumnya pelepah pisang yang telah mengering dibuang begitu saja dan dianggap sebagai sampah. Hal ini bisa menimbulkan dampak pencemaran lingkungan karena akan semakin banyak limbah lingkungan hidup. Limbah tak selamanya menjadi bahan yang tidak berguna. Di tangan orang yang kreatif, limbah pelepah pisang bisa menjadi lahan bisnis yang potensial.
Ide pemanfaatan pelepah pisang menjadi kerajinan tempat kado muncul setelah memperhatikan bahwa keterampilan yang akan dikembangkan memiliki bahan baku yang sangat mudah diperoleh. Selain itu, kegiatan ini bisa dimanfaatkan untuk mengisi waktu luang bagi masyarakat. Dengan adanya pemanfaatan pelepah pisang ini diharapkan akan lebih meningkatkan keterampilan dan kreatifitas sehingga bisa menghasilkan suatu output yang bermanfaat untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan.
Dengan bahan, peralatan dan penerapan teknologi yang sederhana, produk yang akan dihasilkan memiliki nilai jual tinggi dengan harga yang cukup terjangkau. Oleh karena itu, pemanfaatan pelepah pisang ini selain dapat meningkatkan nilai ekonomis pelepah pisang juga dapat digunakan sebagai lapangan kerja yang dapat mengurangi tingkat pengangguran di masyarakat. Sehubungan dengan hal tersebut di atas dalam penulisan PKMK ini dipilihlah judul "Pemanfaatan Limbah Pelepah Pisang Menjadi Kerajinan Tempat Kado Sebagai Peluang Usaha Meningkatkan Penghasilan Masyarakat".
C. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan di atas maka permasalahan dalam PKMK ini adalah :
- Bagaimana pemanfaatan limbah pelepah pisang?
- Bagaimanakah pengaruh pemanfaatan limbah pelepah pisang bagi masyarakat?
- Bagaimana proses pemasaran output yang dihasilkan dari pemanfaatan limbah pelepah pisang?
D. TUJUAN
Tujuan dari pemanfaatan pelepah pisang terhadap masyarakat ini adalah
- Untuk mengetahui pemanfaatan limbah pelepah pisang.
- Untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan limbah pelepah pisang bagi masyarakat.
- Untuk mengetahui proses pemasaran output yang dihasilkan dari pemanfaatan limbah pelepah pisang.
E. LUARAN YANG DIHARAPKAN
Menghasilkan produk berupa kotak kado dari pelepah pisang.
F. MANFAAT
Manfaat program pengabdian masyarakat ini dikelompokkan ke dalam tiga bagian. Bagian tersebut adalah sebagai berikut:
1) Bagi Mahasiswa
a) Menambah pengetahuan bagaimana cara memanfaatkan bahan berupa pelepah pisang yang merupakan bahan buangan menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan memberikan pengalaman terjun dimasyarakat terutama dibidang kewirausahaan.b) Mahasiswa dapat menyalurkan ide-ide kreatif dalam membuat pola atau model tempat kado.c) Mahasiswa dapat berlatih berinteraksi dengan lingkungan masyarakat
2) Bagi Masyarakat
a) Masyarakat mendapatkan tambahan pengetahuan untuk memberi nilai tambah terhadap pelepah pisang.b) Masyarakat memperoleh keterampilan membuat kerajinan tempat kado dari pelepah pisang.c) Masyarakat memperoleh penghasilan tambahan dengan membuat kerajinan tempat kado dari pelepah pisang.
3) Bagi Pemerintah
a) Mengurangi tingkat pengangguran karena melalui kerajinan tempat kado pelepah pisang dapat membuka lapangan kerja baru.b) Meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk selalu mengoptimalkan sumber daya alam yang tersedia.
G. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA
Kota Malang dan sekitarnya sebagai pilihan pertama pemasaran produk dinilai memiliki potensi pasar yang menguntungkan, karena kota Malang selain sebagai salah satu kota pariwisata, juga merupakan kota tujuan studi lanjut bagi pelajar dari luar kota ataupun provinsi. Selain mengacu pada kondisi pasar yang masih berminat dengan kerajinan tradisional, masyarakat juga masih memakai barang kerajinan yang masih tradisional. Kerajinan pelepah pisang ini hadir pada masyarakat dengan harga yang ekonomis dan dapat digunakan sebagai tempat kado atau tempat penyimpanan barang.
Pembuatan kerajinan pelepah pisang ini mencakup analisis ekonomi, sebagai berikut:
Analisis Ekonomi
1. Perkiraan Biaya kerajinan tempat kado per bulan
Biaya Variabel (Variable Cost):
Biaya peralatan : Rp 490.000,00
Biaya bahan baku : Rp 210.000,00
Biaya bahan penolong : Rp 66.000,00
Jumlah biaya variabel : Rp 766.000,00
Biaya Tetap (Fixed Cost):
Biaya tenaga kerja ( 3orang @ Rp 350.000) : Rp 1.050.000,00
Biaya transportasi : Rp 300.000,00
Biaya pemasaran : Rp 300.000,00
Biaya Total ( Total Cost ) : Rp 2.416.000,00
2. Biaya Rata-rata Per unit ( Average Cost )
Biaya rata-rata per unit (AC )
= (Biaya variabel + biaya Tetap) / Unit
= Rp 2.416.000,00 / 1462
= Rp 1652,53
3. Perkiraan Penjualan
Bulan ke
|
I
|
II
|
III
|
IV
|
Produksi (unit)
|
1200
|
1350
|
1500
|
1800
|
Modal kerja untuk 4 bulan pertama 5850 x @Rp 1.652,53 = Rp
9.667.300,50
|
||||
Penjualan (unit)
|
1000
|
1200
|
1400
|
1700
|
Penjualan selama 4 bulan pertama 5.300 x @ Rp 3.000,00
=Rp 15.900.000,00
|
||||
Laba usaha selama 4 bulan pertama Rp
6.232.699.50
|
||||
Laba usaha per bulan (6.232.699.50: 4 ) Rp 1.558.174,87
|
||||
Keterangan:
- Harga setiap unit kerajinan pelepah pisang yang dijual adalah Rp 3.000,00 per
- unit.
- Perkiraan penjualan pada bulan pertama 83% dan selanjutnya meningkat 3% tiap bulan.
- Persentase laba setiap unit dari kerajinan pelepah pisang yang dijual yaitu:
= ((HJ-HB) x 100%) / HB
= ((Rp 3.000,00 – Rp1652,53) x 100%) / Rp 1652,53
= 80,53%
4. BEP (Break Even Point)
BEP adalah keadaan dimana seorang pedagang dinyatakan tidak untung atau tidak rugi. Pada produk ini titik impasnya:
BEP = Modal / Laba = Rp 10.000.000,00 / Rp 1.558.174,87
BEP = 6,41 bulan = 7 bulan 11 hari
5. Cash Flow
PROYEKSI CASH FLOW
|
||||
Produksi / hari
|
40buah
|
45buah
|
50buah
|
60buah
|
Produksi / bulan
|
Bulan 1
40x30=1200
|
Bulan 2
45x30=1350
|
Bulan 3
50x30=1500
|
Bulan 4
60x30=1800
|
Penerimaan kas
|
||||
Setoran awal
|
2.416.000
|
675.000
|
52.000
|
60.000
|
Penjualan / hari
|
120.000
|
135.000
|
150.000
|
180.000
|
Penjualan / bulan
(Penjualan / hari x 30)
|
3.600.000
|
4.050.000
|
4.500.000
|
5.400.000
|
Setoran awal +
penjualan/bulan
|
6.016.000
|
4.725.000
|
4.552.000
|
5.460.000
|
Pengeluaran kas
|
||||
Biaya bahan baku/hari
|
6.000
|
6.750
|
7.500
|
9.000
|
B. Bahan baku/bulan
(BBB x 30)
|
180.000
|
205.500
|
225.000
|
270.000
|
Biaya tetap / hari
|
45.000
|
45.000
|
45.000
|
45.000
|
Biaya tetap/bulan
(B. tetap/hari x 30)
|
1.350.000
|
1.350.000
|
1.350.000
|
1.350.000
|
Biaya peralatan / bulan:
|
||||
Gunting
|
16.000
|
16.000
|
16.000
|
16.000
|
Penggaris
|
8.000
|
8.000
|
8.000
|
8.000
|
Glukol
|
20.000
|
20.000
|
20.000
|
20.000
|
Ballpoint
|
8.000
|
8.000
|
8.000
|
8.000
|
Pisau sayat
|
20.000
|
20.000
|
20.000
|
20.000
|
Kuas kecil
|
10.000
|
10.000
|
10.000
|
10.000
|
Pernis
|
100.000
|
100.000
|
100.000
|
100.000
|
Spon
|
10.000
|
10.000
|
10.000
|
10.000
|
Doubletip
|
30.000
|
30.000
|
30.000
|
30.000
|
Kalender bekas
|
3.000
|
3.000
|
3.000
|
3.000
|
Staples + isi
|
30.000
|
30.000
|
30.000
|
30.000
|
Lem kayu
|
100.000
|
100.000
|
100.000
|
100.000
|
Sayatan bambu
|
200.000
|
200.000
|
200.000
|
200.000
|
Total
biaya peralatan
|
490.000
|
490.000
|
490.000
|
490.000
|
Biaya lain-lain / hari
|
10.000
|
10.000
|
10.000
|
10.000
|
Biaya lain-lain / bulan
|
300.000
|
300.000
|
300.000
|
300.000
|
(2.320.000)
|
(2.345.500)
|
(2.365.500)
|
(1.670.500)
|
|
Saldo Kas
|
3.696.000
|
2.379.500
|
2.186.500
|
3.789.500
|
Biaya
Produksi untuk 4 bulan
= (2.320.000 + 2.345.500 + 2.365.000 + 1.670.000)
= Rp 8.701.500
= (2.320.000 + 2.345.500 + 2.365.000 + 1.670.000)
= Rp 8.701.500
H. METODE PELAKSANAAN
1. Pembuatan Tempat Kado Dari Pelepah Pisang
Dalam pembuatan tempat kado diperlukan alat dan bahan sebagai berikut:
a. Alat :
- Gunting (Sebagai alat bantu dalam memotong kardus dan pelepah pisang sesuai bentuk dan ukuran)
- Penggaris (Sebagai alat bantu dan alat ukur dalam membentuk kardus agar lurus, tepat, dan bentuk yang dihasilkan sesuai dengan keinginan)
- Glukol ( Sebagai perekat Kertas putih kedalam alas tempat kado)
- Ballpoint (Sebagai alat bantu untuk menandai bagian-bagian yang perlu dipotong)
- Pisau sayat ( Untuk mempermudah dalam membuat sayatan bambo )
- Kuas kecil ( Digunakan untuk mempermudah dalam merekatkan pelepah pisang pada tempat kado yang telah dibentuk dengan menggunakan lem )
- Pernis (Digunakan untuk memperindah penampilan tempat kado supaya lebih menarik, bernilai seni tinggi, dan membuat tempat kado lebih awet )
- Spon ( Untuk membantu dalam mengkilapkan kotak kado)
- Doubletip ( Fungsinya sebagai alat bantu untuk mempermudah dalam merekatkan kardus)
- Tanggalan bekas ( Untuk alas didalam tempat kado agar lebih rapi dan terlihat bersih)
- Staples ( Untuk memperkuat kardus yang sudah direkatkan dengan DoubleTip supaya lebih kuat dan awet )
- Lem Kayu ( Digunakan untuk merekatkanpelepah pisang yang sudah dikeringkan terhadap Kardus yang sudah dibentuk tempat kado )
b. Bahan:
- Kardus Bekas ( Sebagai bahan utama untuk membentuk tempat kado sesuai dengan keinginan )
- Pelepah Pisang/gedebog kering ( Digunakan untuk melapisi tempat kado yang sudah dibentuk dengan menggunakan lem kayu agar lebih menarik )
- Sayatan Bambu ( Fungsinya untuk memperindah dan memberi penegasan terhadap lekukan – lekukan yang ada pada tempat kado
Adapun Bentuk Tempat Kado Yang Akan Kami Buat Ada 6 bentuk, Yaitu :
- Bentuk Kotak
- Bentuk Persegi panjang
- Bentuk Bintang
- Bentuk Segitiga sama sisi
- Bentuk Hati
- Bentuk Peti Mati
2. Strategi Pemasaran
Dengan memahami produk yang hendak dipasarkan dan memahami profil pasar, maka selanjutnya membuat strategi pemasaran tempat kado tersebut yaitu dengan mempertimbangkan biaya yang dikeluarkan dalam pembuatan tempat kado, maka dapat menentukan harga tempat kado per buahnya. Selanjutnya menentukan tempat yang strategis untuk memasarankan tempat kado tersebut. Untuk menarik konsumen, maka penjual melakukan promosi agar pembeli akan merasa tertarik dan penasaran akan produk ini.
3. Penentuan Lokasi Pemasaran
Untuk memilih lokasi pemasaran yang tepat untuk memasarkan tempat kado, maka harus mempertimbangkan tingkat kestrategisan lokasi pemasaran. Dengan begitu produsen bisa menjalin relasi dengan penjual kerajinan misalnya yang berada di toko " oleh-oleh khas malang " di kota Malang.
Metode pelaksanaan program ini melalui beberapa prosedur yang dijabarkan sebagai berikut:
RANCANGAN BIAYA
Berikut rincian biaya-biaya yang di keluarkan dalam pemanfaatan limbah pelepah pisang menjadi tempat kado untuk 4 bulan :
Berikut rincian untuk 4 bulan produksi :
a. Biaya Peralatan
• Gunting 4 @4000 Rp 16.000,00
• Penggaris 4 @2000 Rp 8.000,00
• Glukol 10 @2000 Rp 20.000,00
• Ballpoint 4 @2000 Rp 8.000,00
• Pisau sayat 2 @10000 Rp 20.000,00
• Kuas kecil 5 @2000 Rp 10.000,00
• Pernis 10 @10000 Rp 100.000,00
• Spon 5 @2000 Rp 10.000,00
• Doubletip 10 @3000 Rp 30.000,00
• Kalender bekas 6 @500 Rp 3.000,00
• Staples + isi 2 @15000 Rp 30.000,00
• Lem Kayu 10 @10000 Rp 100.000,00
Jumlah biaya peralatan Rp 490.000,00
Jumlah biaya peralatan untuk 4 bulan
= Rp 490.000,00 x 4 = Rp 1.960.000,00
Per harinya Rp 490.000,00 : 30 = Rp 16.333,333
Dibulatkan Rp 16.500,00
b. Bahan Baku
• Pelepah Pisang 30Kg @2000 Rp 60.000,00
• Kardus Bekas 60 @500 Rp 30.000,00
• Sayatan Bambu 600 @200 Rp 60.000,00
Jumlah biaya bahan baku Rp 210.000,00
Jumlah biaya bahan baku untuk 4 bulan
= Rp 210.000,00 x 4 = Rp 840.000,00
Biaya bahan baku per buah untuk membuat
Kotak kado adalah ( Rp 210.000 : 30 )/60 = Rp 116,67
Dibulatkan Rp 150,00
c. Biaya pengeluaran per bulan
Biaya transportasi dan pemasaran Rp 300.000,00
Biaya tenaga kerja 3x @350.000 Rp1.050.000,00
Jumlah biaya pengeluaran per bulan Rp 1.350.000,00
Jumlah biaya pengeluaran untuk 4 bulan
= Rp 1.350.000,00 x 4 = Rp 5.400.000,00
Per harinya Rp 1.350.000 : 30 = Rp 45.000,00
d. Biaya lain-lain
Pamflet dan label produk Rp 300.000,00
Jumlah biaya lain – lain per bulan Rp 300.000,00
Jumlah biaya lain – lain untuk 4 bulan
= Rp 300.000,00 x 4 = Rp 1.200.000,00
Per harinya Rp 300.000,00 : 30 = Rp 10.000,00
e. Biaya bahan penolong
Plastik pembungkus 60 @1000 Rp 60.000,00
Selotip 6 @1000 Rp 6.000,00
Jumlah biaya lain – lain Rp 300.000,00
Jumlah biaya lain – lain untuk 4 bulan
= Rp 300.000,00 x 4 = Rp 1.200.000,00
Total Biaya Seluruhnya (Untuk 4 bulan )
= Rp 9.664.000,00



DumpAss motherfucker
BalasHapus