Jumat, 26 Agustus 2016

PKMK: Pemanfaatan Limbah Pelepah Pisang menjadi Kerajinan Tempat Kado sebagai Peluang Usaha Meningkatkan Penghasilan Masyarakat

A. JUDUL
Judul dalam pelaksanaan program kewirausahaan ini adalah "Pemanfaatan Limbah Pelepah Pisang Menjadi Kerajinan Tempat Kado Sebagai Peluang Usaha Meningkatkan Penghasilan Masyarakat."
B. LATAR BELAKANG MASALAH
Pisang adalah salah satu tanaman yang mudah ditemukan di mana saja. Di samping untuk konsumsi segar, pisang di Indonesia juga dimanfaatkan sebagai bahan baku industri olahan pisang seperti industri: kripik, sale dan tepung pisang. Pisang banyak mengandung vitamin dan mineral esensial yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Sedangkan daun juga sering dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pembungkus makanan, alas makanan, dan sebagainya.
Setelah pohon tidak berbuah lagi, pohon pisang atau pelepah pisang cenderung tidak dimanfaatkan. Pada umumnya pelepah pisang yang telah mengering dibuang begitu saja dan dianggap sebagai sampah. Hal ini bisa menimbulkan dampak pencemaran lingkungan karena akan semakin banyak limbah lingkungan hidup. Limbah tak selamanya menjadi bahan yang tidak berguna. Di tangan orang yang kreatif, limbah pelepah pisang bisa menjadi lahan bisnis yang potensial.  
Ide pemanfaatan pelepah pisang menjadi kerajinan tempat kado muncul setelah memperhatikan bahwa keterampilan yang akan dikembangkan memiliki bahan baku yang sangat mudah diperoleh. Selain itu, kegiatan ini bisa dimanfaatkan untuk mengisi waktu luang bagi masyarakat. Dengan adanya pemanfaatan pelepah pisang ini diharapkan akan lebih meningkatkan keterampilan dan kreatifitas sehingga bisa menghasilkan suatu output yang bermanfaat untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan. 
Dengan bahan, peralatan dan penerapan teknologi yang sederhana, produk yang akan dihasilkan memiliki nilai jual tinggi dengan harga yang cukup terjangkau. Oleh karena itu, pemanfaatan pelepah pisang ini selain dapat meningkatkan nilai ekonomis pelepah pisang juga dapat digunakan sebagai lapangan kerja yang dapat mengurangi tingkat pengangguran di masyarakat. Sehubungan dengan hal tersebut di atas dalam penulisan PKMK ini dipilihlah judul "Pemanfaatan Limbah Pelepah Pisang Menjadi Kerajinan Tempat Kado Sebagai Peluang Usaha Meningkatkan Penghasilan Masyarakat". 
C. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan di atas maka permasalahan  dalam PKMK ini adalah :
  1. Bagaimana pemanfaatan limbah pelepah pisang?
  2. Bagaimanakah pengaruh pemanfaatan limbah pelepah pisang bagi masyarakat? 
  3. Bagaimana proses pemasaran output yang dihasilkan dari pemanfaatan limbah pelepah pisang? 
D. TUJUAN
Tujuan dari pemanfaatan pelepah pisang terhadap masyarakat ini adalah
  1. Untuk mengetahui pemanfaatan limbah pelepah pisang. 
  2. Untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan limbah pelepah pisang bagi masyarakat. 
  3. Untuk mengetahui proses pemasaran output yang dihasilkan dari pemanfaatan limbah pelepah pisang. 
E. LUARAN YANG DIHARAPKAN
Menghasilkan produk berupa kotak kado dari pelepah pisang.
F. MANFAAT
Manfaat program pengabdian masyarakat ini dikelompokkan ke dalam tiga  bagian. Bagian tersebut adalah sebagai berikut:
1) Bagi Mahasiswa
a) Menambah pengetahuan bagaimana cara memanfaatkan bahan berupa pelepah pisang yang merupakan bahan buangan menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan memberikan pengalaman terjun dimasyarakat terutama dibidang kewirausahaan.b) Mahasiswa dapat menyalurkan ide-ide kreatif dalam membuat pola atau model tempat kado.c) Mahasiswa dapat berlatih berinteraksi dengan lingkungan masyarakat
2) Bagi Masyarakat
a) Masyarakat mendapatkan tambahan pengetahuan untuk memberi nilai tambah terhadap pelepah pisang.b) Masyarakat memperoleh keterampilan membuat kerajinan tempat kado dari pelepah pisang.c) Masyarakat memperoleh penghasilan tambahan dengan membuat kerajinan tempat kado dari pelepah pisang.
3) Bagi Pemerintah
a) Mengurangi tingkat pengangguran karena melalui kerajinan tempat kado pelepah pisang dapat membuka lapangan kerja baru.b) Meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk selalu mengoptimalkan sumber daya alam yang tersedia. 
G. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA
Kota Malang dan sekitarnya sebagai pilihan pertama pemasaran produk dinilai memiliki potensi pasar yang menguntungkan, karena kota Malang selain sebagai salah satu kota pariwisata, juga merupakan kota tujuan studi lanjut bagi pelajar dari luar kota ataupun provinsi. Selain mengacu pada kondisi pasar yang masih berminat dengan kerajinan tradisional, masyarakat juga masih memakai barang kerajinan yang masih tradisional. Kerajinan pelepah pisang ini hadir pada masyarakat dengan harga yang ekonomis dan dapat digunakan sebagai tempat kado atau tempat penyimpanan barang. 
Pembuatan  kerajinan pelepah pisang ini mencakup analisis ekonomi, sebagai berikut: 

Analisis Ekonomi

1. Perkiraan Biaya kerajinan tempat kado per bulan
Biaya Variabel (Variable Cost):
Biaya peralatan            : Rp    490.000,00
Biaya bahan baku        : Rp    210.000,00
Biaya bahan penolong : Rp      66.000,00
Jumlah biaya variabel : Rp    766.000,00 

Biaya Tetap (Fixed Cost):
Biaya tenaga kerja ( 3orang @ Rp 350.000) : Rp 1.050.000,00
Biaya transportasi        : Rp    300.000,00
Biaya pemasaran         : Rp    300.000,00

Biaya Total ( Total Cost ) : Rp 2.416.000,00

2. Biaya Rata-rata Per unit ( Average Cost )
Biaya rata-rata per unit (AC )
= (Biaya variabel + biaya Tetap) / Unit
= Rp 2.416.000,00 / 1462
= Rp 1652,53

3. Perkiraan Penjualan

Bulan ke
I
II
III
IV
Produksi (unit)
1200
1350
1500
1800
Modal kerja untuk 4 bulan pertama 5850 x @Rp 1.652,53 = Rp  9.667.300,50              
Penjualan (unit)
1000
1200
1400
1700
Penjualan selama 4 bulan pertama 5.300 x @ Rp 3.000,00   =Rp  15.900.000,00
Laba usaha selama 4 bulan pertama                                          Rp   6.232.699.50
Laba usaha per bulan (6.232.699.50: 4 )                             Rp   1.558.174,87

Keterangan:
  • Harga setiap unit kerajinan pelepah pisang yang dijual adalah Rp 3.000,00 per
  • unit.
  • Perkiraan penjualan pada bulan pertama 83% dan selanjutnya meningkat 3% tiap bulan.
  • Persentase laba setiap unit dari kerajinan pelepah pisang  yang dijual yaitu:

= ((HJ-HB) x 100%) / HB
= ((Rp 3.000,00 – Rp1652,53)  x 100%) / Rp 1652,53
= 80,53%

4.  BEP (Break Even Point)
BEP adalah keadaan dimana seorang pedagang dinyatakan tidak untung atau tidak rugi. Pada produk ini titik impasnya:
BEP = Modal / Laba = Rp 10.000.000,00 / Rp   1.558.174,87
BEP = 6,41 bulan = 7 bulan 11 hari

5.   Cash Flow

PROYEKSI CASH FLOW
Produksi / hari
40buah
45buah
50buah
60buah
Produksi / bulan

Bulan 1
40x30=1200
Bulan 2
45x30=1350
Bulan 3
50x30=1500
Bulan 4
60x30=1800
Penerimaan kas




   Setoran awal
    2.416.000
675.000
52.000
60.000
   Penjualan / hari
120.000
135.000
150.000
180.000
   Penjualan / bulan 
   (Penjualan / hari x 30)
    3.600.000
    4.050.000
    4.500.000
  5.400.000
   Setoran awal  +      
   penjualan/bulan
6.016.000
    4.725.000
4.552.000
5.460.000
Pengeluaran kas




  Biaya bahan baku/hari
           6.000
6.750
7.500
9.000
  B. Bahan baku/bulan
  (BBB x 30)
       180.000
       205.500
       225.000
     270.000
  Biaya tetap / hari
45.000
45.000
45.000
45.000
  Biaya tetap/bulan
 (B. tetap/hari x 30)
      1.350.000
      1.350.000
      1.350.000
    1.350.000
  Biaya peralatan / bulan:




Gunting
16.000
16.000
16.000
16.000
Penggaris
8.000
8.000
8.000
8.000
Glukol
20.000
20.000
20.000
20.000
Ballpoint
8.000
8.000
8.000
8.000
Pisau sayat
20.000
20.000
20.000
20.000
Kuas kecil
10.000
10.000
10.000
10.000
Pernis
100.000
100.000
100.000
100.000
Spon
10.000
10.000
10.000
10.000
Doubletip
30.000
30.000
30.000
30.000
Kalender bekas
3.000
3.000
3.000
3.000
Staples + isi
30.000
30.000
30.000
30.000
Lem kayu
100.000
100.000
100.000
100.000
Sayatan bambu
200.000
200.000
200.000
200.000
Total biaya peralatan
490.000
490.000
490.000
490.000
Biaya lain-lain / hari
10.000
10.000
10.000
10.000
Biaya lain-lain / bulan
300.000
300.000
300.000
300.000

(2.320.000)
(2.345.500)
(2.365.500)
(1.670.500)
 Saldo Kas
    3.696.000
2.379.500
2.186.500
3.789.500

Biaya Produksi untuk 4 bulan
= (2.320.000 + 2.345.500 + 2.365.000 +  1.670.000)
= Rp 8.701.500

H.   METODE PELAKSANAAN

1. Pembuatan Tempat Kado Dari Pelepah Pisang
Dalam pembuatan tempat kado diperlukan alat dan bahan sebagai berikut:

a.  Alat :
  • Gunting (Sebagai alat bantu dalam memotong kardus dan pelepah pisang sesuai bentuk dan ukuran)
  • Penggaris (Sebagai alat bantu dan alat ukur dalam membentuk kardus agar lurus, tepat, dan bentuk yang dihasilkan sesuai dengan keinginan)
  • Glukol ( Sebagai perekat Kertas putih kedalam alas tempat kado)
  • Ballpoint (Sebagai alat bantu untuk menandai bagian-bagian yang perlu dipotong)
  • Pisau sayat ( Untuk mempermudah dalam membuat sayatan bambo )
  • Kuas kecil ( Digunakan untuk mempermudah dalam merekatkan pelepah pisang pada tempat kado yang telah dibentuk dengan menggunakan lem )
  • Pernis (Digunakan untuk memperindah penampilan tempat kado supaya lebih menarik, bernilai seni tinggi, dan membuat tempat kado lebih awet )
  • Spon ( Untuk membantu dalam mengkilapkan kotak kado)
  • Doubletip ( Fungsinya sebagai alat bantu untuk mempermudah dalam merekatkan kardus)
  • Tanggalan bekas ( Untuk alas didalam tempat kado agar lebih rapi dan terlihat bersih)
  • Staples ( Untuk memperkuat kardus yang sudah direkatkan dengan DoubleTip supaya lebih kuat dan awet )
  • Lem Kayu ( Digunakan untuk merekatkanpelepah  pisang yang sudah dikeringkan terhadap Kardus yang sudah dibentuk tempat kado )
b. Bahan:
  • Kardus Bekas ( Sebagai bahan utama untuk membentuk tempat kado  sesuai dengan keinginan )
  • Pelepah Pisang/gedebog kering ( Digunakan untuk melapisi tempat kado yang sudah dibentuk dengan menggunakan lem kayu agar lebih menarik )
  • Sayatan Bambu ( Fungsinya untuk memperindah dan memberi   penegasan terhadap lekukan – lekukan yang ada pada tempat kado
Adapun Bentuk Tempat Kado Yang Akan Kami Buat Ada 6 bentuk, Yaitu :
  1. Bentuk Kotak
  2. Bentuk Persegi panjang
  3. Bentuk Bintang
  4. Bentuk Segitiga sama sisi
  5. Bentuk Hati
  6. Bentuk Peti Mati



 2.  Strategi Pemasaran
Dengan memahami produk yang hendak dipasarkan dan memahami profil  pasar, maka selanjutnya membuat strategi pemasaran tempat kado tersebut yaitu dengan mempertimbangkan biaya yang dikeluarkan dalam pembuatan tempat kado, maka dapat menentukan harga tempat kado per buahnya. Selanjutnya menentukan tempat yang strategis untuk memasarankan  tempat kado tersebut. Untuk menarik konsumen, maka penjual melakukan promosi  agar pembeli akan merasa tertarik dan penasaran akan produk ini.
3. Penentuan Lokasi Pemasaran
Untuk memilih lokasi pemasaran yang tepat untuk memasarkan tempat kado, maka harus mempertimbangkan tingkat kestrategisan lokasi pemasaran. Dengan begitu produsen bisa menjalin relasi dengan penjual kerajinan misalnya yang berada di toko " oleh-oleh khas malang " di kota Malang.

Metode pelaksanaan program ini melalui beberapa prosedur yang dijabarkan sebagai berikut:



RANCANGAN BIAYA

Berikut rincian biaya-biaya yang di keluarkan dalam pemanfaatan limbah pelepah pisang menjadi tempat kado untuk 4 bulan :
Berikut rincian untuk 4 bulan produksi :
a. Biaya Peralatan
Gunting  4  @4000                     Rp   16.000,00
Penggaris 4  @2000                  Rp     8.000,00
Glukol 10 @2000                       Rp   20.000,00
Ballpoint 4 @2000                      Rp     8.000,00
Pisau sayat 2 @10000                 Rp    20.000,00
Kuas kecil 5 @2000                   Rp    10.000,00
Pernis 10 @10000                      Rp  100.000,00
Spon 5 @2000                            Rp    10.000,00
Doubletip 10 @3000                   Rp    30.000,00
Kalender bekas 6 @500             Rp      3.000,00
Staples + isi 2 @15000             Rp    30.000,00
Lem Kayu 10 @10000                Rp  100.000,00
Jumlah biaya peralatan                  Rp  490.000,00
Jumlah biaya peralatan untuk 4 bulan    
=   Rp  490.000,00  x  4 =    Rp  1.960.000,00
Per harinya Rp 490.000,00 : 30  = Rp 16.333,333
Dibulatkan Rp 16.500,00

b. Bahan Baku
Pelepah Pisang 30Kg @2000            Rp    60.000,00
Kardus Bekas 60 @500                     Rp    30.000,00
Sayatan Bambu 600 @200                Rp    60.000,00
Jumlah biaya bahan baku                     Rp  210.000,00
Jumlah biaya bahan baku  untuk 4 bulan 
=      Rp      210.000,00  x  4  =      Rp      840.000,00
Biaya bahan baku per buah untuk membuat 
Kotak kado adalah  ( Rp 210.000 : 30 )/60 = Rp 116,67
Dibulatkan  Rp 150,00
c. Biaya pengeluaran per bulan 
Biaya transportasi dan pemasaran            Rp   300.000,00
Biaya tenaga kerja 3x @350.000               Rp1.050.000,00  
Jumlah biaya pengeluaran per bulan          Rp 1.350.000,00
Jumlah biaya pengeluaran untuk 4 bulan    
=  Rp   1.350.000,00  x 4 =   Rp  5.400.000,00
Per harinya Rp 1.350.000 : 30 = Rp 45.000,00

d.   Biaya lain-lain 
Pamflet dan label produk                          Rp 300.000,00
Jumlah biaya lain – lain  per bulan           Rp  300.000,00
Jumlah biaya lain – lain  untuk 4  bulan   
=    Rp     300.000,00   x   4  =    Rp    1.200.000,00
Per harinya Rp 300.000,00 : 30 = Rp 10.000,00

e.   Biaya bahan penolong
Plastik pembungkus 60 @1000                Rp  60.000,00
Selotip 6 @1000                                       Rp    6.000,00
Jumlah biaya lain – lain                            Rp  300.000,00
Jumlah biaya lain – lain untuk 4 bulan  
=    Rp     300.000,00  x   4 =   Rp  1.200.000,00

Total Biaya Seluruhnya (Untuk 4 bulan )
=  Rp   9.664.000,00

1 komentar: